Breaking News:

Berita Palembang

Polrestabes Palembang Amankan 8 Motor Mahasiswa yang Demo Tolak UU Cipta Kerja Semalam

Polrestabes Palembang mengamankan delapan sepeda motor mahasiswa yang demo menyampaikan aspirasi di Simpang Lima DPDD Sumsel

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Mahasiswa yang menggelar demo penolakan pengesahan Omnibus Law di Simpang Lima DPRD Sumsel, Senin (5/10/2020) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polrestabes Palembang mengamankan delapan sepeda motor mahasiswa yang demo menyampaikan aspirasi di Simpang Lima DPDD Sumsel, Senin (5/10/2020), sekitar pukul 23.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, kegiatan mahasiswa tersebut tidak memiliki izin dari pihak berwajib dan telah melewati batas waktu.

"Jadi setelah kita periksa kendaraannya, mereka tidak memiliki surat kendaraan dan sebagainya sehingga kita memutuskan memberikan surat tilang dan mengamankan motornya," katanya.

Anom mengimbau, di masa pandemi seperti ini masyarakat dilarang berkumpul apalagi menimbulkan keramaian.

"Jadi saya imbau kepada seluruh masyarakat agar jangan berkerumun di masa pandemi virus corona ini. Apalagi menimbulkan keramaian, dan marilah sama-sama kita putuskan mata rantai penyebaran virus corona," katanya.

Dari informasi yang dihimpun beberapa mahasiswa tadi malam melakukan orasi tentang Pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang dilakukan oleh DPR RI, Senin (5/10/20).

Bagi pengunjuk rasa yang ingin mengambil sepeda motor masing-masing, lanjut Anom, dapat menunjukkan bukti berupa kelengkapan surat kendaraan seperti STNK maupun BPKB.

"Silakan bawa kelengkapan surat kendaraan kalau mau ambil motornya. Dan kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aksi unjuk rasa yang mengabaikan protokol kesehatan. Kemudian tidak berunjuk rasa di waktu yang tidak ada dalam ketentuan UU," jelas Anom.

Semalam, sejak pukul 22.00, massa mulai berkumpul di lokasi dan membentangkan spanduk menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan menjadi UU.

Dalam orasinya, massa menuding DPR RI sama sekali tak mewakili suara rakyat.

Sambil membakar ban di jalan, massa meminta DPR mencabut pengesahan UU Cipta Kerja.

Aksi massa pun dibubarkan polisi pada pukul 00.30. (TS/ Pahmi/ Agung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved