Breaking News:

Corona di Lubuklinggau

Pemkot Lubuklinggau Tambah Anggaran Covid-19 Sebesar Rp3,9 Miliar, Untuk Apa Saja ?

Pertama digunakan untuk bagian kesehatan, kedua bagian bantuan sosial dan yang ketiga untuk pemulihan ekonomi.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala BPKAD Kota Lubuklinggau, Imam Senen 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Alokasi anggaran penanganan Covid-19 di Kota Lubuklinggau ditambah sebesar Rp 3,9 Miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Lubuklinggau, Imam Senen mengatakan penambahan anggaran sebesar Rp 3,9 Miliar tersebut sudah dianggarkan melalui APBD Perubahan beberapa waktu lalu.

"Rencananya penggunaan anggaran Rp 3,9 Miliar ini akan digunakan untuk alokasi dana kesehatan serta operasional posko," ungkap Imam pada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, penambahan anggaran ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) dalam upaya penanganan dan pecegahan Covid-19 yang semakin meluas di Kota Lubuklinggau.

Tegur Suami yang Sering Mabuk, Seorang Istri di Palembang Disiram Air Keras : Saya Tidak Tahan Lagi

RUU Omnibus Law Cipta Kerja Resmi Disahkan DPR RI, Menaker Ida Fauziyah Tulis Surat Terbuka

INFO Orang Hilang, Sudah 3 Hari Ivan Robiyanto Tak Pulang, Sehari-hari Cari Bunga

"Namun, untuk alokasi rincinya saya tidak tahu, silahkan tanyakan langsung ke bagian Satgas dalam hal ini pak Sekda, kita hanya menggarkannya saja," ungkapnya.

Sementara untuk anggaran yang sudah terpakai sejak pertama penanganan Covid -19 di Kota Lubuklinggau sebesar Rp. 32,8 Miliar.

Ia menyebutkan, anggaran Rp 32,8 Miliar tersebut telah digunakan untuk tiga bagian.

Pertama digunakan untuk bagian kesehatan, kedua bagian bantuan sosial dan yang ketiga untuk pemulihan ekonomi.

6 Remaja Gelar Pesta Seks Selama 4 Hari di Rumah Kosong, Ada yang Mengaku Pernah Berganti Pasangan

Bantahan Presiden KSPI Said Iqbal Soal Kabar Ditawari jadi Wakil Menteri saat Bertemu Jokowi

"Pertama untuk pembelian alat kesehatan (Alkes) dan operasional posko-posko. Tapi yang paling besar untuk pengamanan bantuan jaringan sosial sebesar Rp 20 Miliar," ungkapnya

Selain itu ia juga menambahkan, bila tahun ini dana untuk kelurahan ditiadakan, karena masuk dalam drefocusing anggaran atau dialihkan semuanya ke penanganan Covid-19.

"Dana kelurahan tahun ini tidak ada masuk dalam refocusing anggaran penanganan Covid," ujarnya (Joy).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved