Breaking News:

Jumlah Pernikahan di Sumsel Meningkat, Selama Agustus Ada 7.443 Pasangan Menikah 

Saat memasuki masa new normal, jumlah pasangan yang melangsungkan akad nikah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Kabag Humas Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel Saefudin Latif 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Saat memasuki masa new normal, jumlah pasangan yang melangsungkan akad nikah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan.

Kabag Humas Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel Saefudin Latif mengatakan, jumlah pernikahan mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada bulan Juni 2020.

"Yakni untuk yang menikah di Kantor (KUA) pada bulan Juni totalnya mencapai 3.079 pasangan dan yang menikah di luar ada sebanyak 3.103 pasangan. Sehingga totalnya ada 6.182 pernikahan," ujarnya melalui data yang diterima Tribunsumsel.com, Senin (5/10/2020).

Diketahui pada bulan April 2020, ada sebanyak 3.357 jumlah pernikahan yang tercatat di Kemenag Sumsel.

Namun jumlah tersebut menurun drastis pada bulan Mei yakni hanya sebanyak 683 pernikahan.

Kemudian, memasuki bulan Juni berdasarkan jumlah yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) ditambah dengan pernikahan yang digelar di luar, totalnya mencapai 6.182 pernikahan.

Selanjutnya pada Juli, ada 3.456 pernikahan dan di bulan Agustus kembali terjadi peningkatan yang cukup signifikan yakni 7.443 pasangan yang menikah.

Sementara itu, Kasi kepenghuluan kemenag sumsel, Ridwan mengatakan, mayoritas masyarakat memilih untuk mendaftarkan pernikahannya secara manual.

Meskipun Kemenag telah menyediakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) yang dapat mempermudah calon pengantin untuk mendaftarkan pernikahannya secara online.

"Bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan pernikahannya secara online, nanti data itu tinggal diverifikasi oleh petugas KUA," ujarnya.

Diketahui saat ini kemenag sumsel sudah kembali melayani pencatatan pernikahan bagi para calon pengantin.

Setelah sebelumnya sempat ditutup sementara lantaran situasi pandemi virus corona yang cukup mengkhawatirkan.

"Disini kita bedakan dulu antara pendaftaran dan pencatatan pernikahan. Pendaftaran yaitu proses pendaftaran bagi pasangan mau menikah. Sedangkan pencatatan, yaitu pelaksanaan akad nikah yang harus dihadiri oleh penghulu," jelasnya.

"Jadi yang sempat disetop sementara adalah pencatatan pernikahan. Tapi sekarang sudah berjalan seperti biasa, namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan covid-19 untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved