Breaking News:

Berita Muba Babel United

Sudah Pesan Penginapan, Makan, Hingga Kontrak Pemain, Muba Babel United Alami Kerugian Hingga Rp 5 M

Sudah Pesan Penginapan, Makan, Hingga Kontrak Pemain, Muba Babel United Alami Kerugian Hingga Rp 5 M

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Slamet Teguh
Media Officer Muba Babel United
Para punggawa Muba Babel United saat manjalani sesi latihan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penundaan restart kompetisi Liga 1 dan 2 tahun ini, memberikan tekanan terhadap klub-klub sepakbola tanah air.

Klub-klub sepakbola profesional tanah air baik yang berlaga di Liga 1 maupun 2 dipastikan kembali merugi, setelah pelaksanaan kompetisi tanah air kembali ditunda untuk kedua kalinya.

Kerugian juga dialami klub peserta Liga 2 asal Sumatera Selatan (Sumsel), Muba Babel United.

Klub asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tersebut sangat gencar melakukan berbagai persiapan guna menghadapi Liga 2 2020 yang sedianya akan dimulai pada Sabtu (17/10/20) mendatang, seperti mendatangkan pemain baru berlabel bintang.

Manajer Muba Babel United, Achmad Haris mengungkapkan, pihak manajemen MBU mengalami kerugian yang tidak sedikit, akibat dari penundaan kompetisi sepakbola tahun ini.

Dirinya menyebutkan, dengan bertambahnya durasi akibat kelanjutan kompetisi yang belum jelas ini, manajemen tim berjuluk Laskar Ranggonang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menunjang operasional klub.

Haris menambahkan, dengan kondisi kompetisi yang kembali suram, kepercayaan pihak sponsor untuk memberikan dukungan terhadap klub yang bermarkas di Stadion Serasan Sekate itu juga menjadi terancam.

"Durasi, cost dan argo jalan terus selama penundaan ini, termasuk juga sponsor berpikir ulang untuk kepercayaan mereka dengan kondisi saat ini," ungkapnya.

Manajer tim Laskar Ranggonang tersebut mengaku telah menghabiskan dana sekitar Rp 5 Miliar untuk persiapan tim, yang meliputi penginapan, catering serta kontrak para pemainnya.

"Kalau bahas nominal, yah kita sudah satu bulan setengah, kita bayar catering, penginapan, dan kontrak pemain bisa sekitar hampir lima miliar lah," ujar Haris, dalam Live talk Sripoku dan Tribunsumsel.com

Manajemen klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin itu meminta kepada PSSI selaku federasi, untuk segera memberikan kepastian kelanjutan kompetisi tahun ini.

Haris menegaskan, biaya yang harus dikeluarkan oleh manajemen tim akan semakin membengkak, apabila pihak federasi lamban dalam memberikan kejelasan status Liga 1 dan 2 musim ini.

"Kami meminta dengan federasi harus ada kejelasanlah ada kepastian, karena ini menyangkut cost yang betul-betul membengkak, argonya semakin bertambah dan kepercayaan sponsor ke kita akan semakin berkurang," tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Bupati Musi Banyuasin Bidang Pemuda dan Olahraga tersebut mengatakan, seluruh manajemen klub bisa bergerak leluasa, jika kepastian bergulirnya Liga telah didapatkan.

"Jadi kalau ada fix date nya, mungkin sama-sama lebih enak, kita jadi ada kejelasan," kata Achmad Haris, Kamis (1/10/20) sore.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved