3 Pelajar di Palembang Digampar Oknum Penjaga Sekolah saat Hendak Ambil Bola di Rumah Kosong
Penjaga sekolah itu langsung mengejar dan menampar kami sebanyak satu kali, kemudian kami langsung pulang ke rumah.
Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dengan wajah kesal seorang ibu rumah tangga bernama Novianti (40) warga Tepi Sungai Kedukan, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, mendatangi Polrestabes Palembang.
Kedatangannya untuk melaporkan seorang penjaga sekolah berinisial ZA yang diduga telah menganiaya anaknya yang masih dibawah umur dan kedua temannya dengan cara memukul wajah korban.
Penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Aiptu A. Wahab Tepi Sungai Kedukan, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, tepatnya di belakang SD Negeri 84 Palembang, Selasa (29/9/2020) pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui berinisal F (12) seorang pelajar laki-laki di salah satu SMP Kota Palembang.
"Awalnya saya dan kedua teman saya sedang bermain di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian kami melihat ada bola di perkarangan rumah yang sudah tidak ditunggu. Sehingga kami mengambil kayu untuk mengambil bola tersebut dari luar rumah itu, namun kayu itu tiba-tiba terjatuh dan dan mengenai rumah tersebut, ujar korban F, Kamis (1/10/2020).
Tiba-tiba penjaga sekolah tersebut keluar dan mengejar korban bersama dua temannya.
"Penjaga sekolah itu langsung mengejar dan menampar kami sebanyak satu kali, kemudian kami langsung pulang ke rumah," katanya.
Novianti ibu korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
"Melihat anak saya menangis dan mengatakan kalau ia dan temannya dianiaya pelaku lantas saya memutuskan melapor. Sebelumnya terlapor memang mendatangi rumah kami untuk meminta maaf, namun karena saya tidak terima dan tidak tega melihat anak saya dianiaya lantas saya tetap memutuskan untuk melapor," katanya.
Ia berharap terlapor dapat bertanggungjawab.
"Saya berharap agar terlapor dapat bertanggungjawab dan tidak semena-semana melakukan kekerasan terhadap anak apalagi anak saya," tutupnya.
Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka memar di muka pipi sebelah kiri.
Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene membenarkan adanya laporan korban tentang kekerasan terhadap anak.
"Laporan sudah diterima oleh unit SPKT kita, selanjutnya laporan polisi ini akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) untuk ditindaklanjuti," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/novianti-melapor-ke-polisi-anaknya-menjadi-korban-kekerasan-yang-dilakukan-oknum-penjaga-sekolah.jpg)