Kompetisi di Indonesia Ditunda Bukan Karena Pilkada, Begini Penjelasan POLRI

Kompetisi di Indonesia Ditunda Bukan Karena Pilkada, Begini Penjelasan POLRI

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
instagram @arifsatria_28
Arif Satria saat bermain bersama Persebaya di ajang Liga 1 Indonesia 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang seharusnya digelar pada Oktober mendatang dipastikan ditunda oleh PSSI.

 
Hal tersebut karena PSSI tidak mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).

Ditundanya Liga 1 dan Liga 2 2020 ternyata bukan karena alasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung serentak pada Desember mendatang.

Total daerah yang akan melaksanakan Pilkada sebanyak 270 daerah dengan rincian sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Di media sosial banyak pecinta sepak bola nasional yang kecewa karena ditundanya Liga 1 dan Liga 2 2020.

Bahkan, banyak yang heran kenapa Pilkada tetap dilaksanakan, sementara Liga 1 dan Liga 2 2020 ditunda.

Padahal pertandingan tersebut digelar tanpa penonton dan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Dalam rilis yang diterima BolaSport.com dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), ditundanya Liga 1 dan Liga 2 2020 karena pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Polri juga menegaskan tidak akan mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan.

"Memperhatikan penyampaian Polri pada 28 September 2020 melalui Kadiv. Humas Irjen. Pol. Argo Yuwono menyatakan bahwa Polri menunda untuk mengeluarkan izin keramaian dengan beberapa pertimbangan," tulis rilis PT LIB. Rabu (30/9/2020).

"Pertama karena masih tingginya kasus Covid-19 di wilayah Indonesia."

"Kedua Polri telah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak mengeluarkan izin keramaian di semua tingkatan," tulis PT LIB.

Atas pertimbangan tersebut, PSSI dan PT LIB memahami serta menhormati keputusan itu dimana saat ini alasan keamanan, kesehatan, dan kemanusiaan menjadi hal utama.

PSSI dan PT LIB mengapresiasi segala bentuk persiapan yang telah klub lakukan mulai dari menjaga protokol kesehatan dan persiapan tim demi kelanjutan kompetisi.

Terlebih sudah ada beberapa klub yang berada di Yogyakarta untuk mempersiapkan diri.

Akibat penundaan yang terjadi, PSSI dan PT LIB memahami hal tersebut akan berdampak kepada seluruh stakeholder serta ekosistem sepak bola baik itu pemain, pelatih, ofisial, dan perangkat pertandingan.

"Oleh karena itu kami meminta agar kepada seluruh pihak bisa berdoa, bersabar, dan tetap selalu menjaga prokol kesehatan dengan ketat dan berharap agar pandemi ini segera berakhir," tulis PT LIB.

PSSI dan PT LIB terus berkoordinasi kepada jajaran Polri dan Menpora agar penundaan ini tidak dilakukan lebih dari satu bulan.

Diharapkan Liga 1 dan Liga 2 2020 bisa kembali digulirkan pada November mendatang.

"Alasannya karena pertimbangan jadwal kompetisi yang padat di tahun depan serta agenda-agenda internasional yang perlu disiapkan," tulis PT LIB.

PT LIB akan melakukan penyesuaian kembali jadwal pertandingan, jadwal pelaksanaan PCR swab test, serta jadwal transportasi maupun akomodasi.

Segala perkembangan akan segera dikomunikasikan pada kesempatan pertama.

"Berkaitan dengan hal tersebut, maka PT LIB menyatakan menunda bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 selama satu bulan," tulis surat yang ditanda tangani Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved