Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Tak Ingin Dirugikan Lagi, Manajemen Sriwijaya FC Minta PSSI Tegas Tentang Kelanjutan Kompetisi

Tak Ingin Dirugikan Lagi, Manajemen Sriwijaya FC Minta PSSI Tegas Tentang Kelanjutan Kompetisi

instagram @sriwijayafc.id
Beto dan para pemain Sriwijaya FC berlatih di Stadion Bumi Sriwijaya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunda kompetisi sepakbola tanah air setidaknya hingga satu bulan kedepan.

Pelaksanaan kick off pertandingan yang direncanakan mulai pada 1 Oktober (Liga 1), dan 17 Oktober (Liga 2 ) tersebut, harus ditunda karena belum dikeluarkannya surat izin melaksanakan pertandingan oleh pihak POLRI, mengingat masyarakat yang terinfeksi covid-19, jumlahnya semakin meningkat.

Dengan ditundanya kompetisi tersebut, klub-klub Liga 1 maupun Liga 2, sangat dirugikan karena sudah melakukan persiapan untuk bertanding di partai resmi.

Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin meminta kepada induk sepakbola tanah air (PSSI), agar benar-benar dapat memberikan kepastian bergulirnya kompetisi, agar klub-klub tidak dirugikan.

"Kita meminta kepada PSSI, supaya ada kepastian, bahwa kompetisi ini akan digelar atau tidak, takutnya nanti bulan depan tidak bisa lagi, sehingga betul-betul klub sangat dirugikan," ujar HZ, sapaan akrab Hendri Zainuddin.

Penundaan kompetisi tersebut, tentu sangat berdampak negatif bagi seluruh klub sepakbola tanah air tidak terkecuali bagi tim Sriwijaya FC.

Hendri mengungkapkan, pihak manajemen telah menyusun program latihan sejak awal, hingga jadwal keberangkatan para pemain serta official tim ke Medan yang sedianya akan bertolak pada Minggu, (15/10/20) mendatang.

"Tentu kita akan sabar menjalani ini, dan kita minta kepada pelatih untuk membuat lagi jadwal latihan, karena terus terang keberangkatan kita sudah terschedule di tanggal 15 nanti," ucapnya.

Dikatakannya, ia dan jajaran manajerial lainnya harus membuat jadwal latihan yang baru, untuk mengisi kekosongan, pasca ditundanya restart kompetisi Liga 2 2020, sampai dengan 1 bulan kedepan.

"Artinya kan kekosongan jadwal ini harus dibuat bermacam-macam program latihan," kata Hendri Zainuddin, Selasa (29/9/20) sore.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Slamet Teguh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved