Breaking News:

Polda Sumsel Gelar Tausyiah Bersama Ustad Das'ad Latief

Terutama sebentar lagi pengamanan Pilkada serentak di 7 kabupaten wilayah Sumsel serta penanganan pandemi Covid 19.

polda sumsel
Polda Sumsel Gelar Tausyiah Bersama Ustad Das'ad Latief 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelaksanaan tausyiah Ustad Das'ad Latief yang dilaksanakan secara virtual bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S., M.M. bertempat di Rumah Dinas Kapolda Sumatera Selatan, Minggu (27/9/2020)

Kegiatan yang berlangsung setelah salat Isya tersebut dihadiri oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. M. Indra Gautama, M.Si., Ketua PD Bhayangkari Sumsel Ny. Nera Eko Indra Heri, Wakil Ketua PD Bhayangkari Sumsel Ny. Diana Rudi Setiawan, Pejabat Utama Polda Sumsel, Kasatwil jajaran Polda Sumsel dan diikuti secara virtual oleh personel jajaran Polda Sumsel.

Dalam sambutan singkatnya, Kapolda sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko indra Heri S MM mengucapkan selamat datang di Palembang dan berharap kegiatan pembinaan rohani /ceramah agama ini dapat membangkitkan semangat anggota dalam melaksanakan tugas.

Terutama sebentar lagi pengamanan Pilkada serentak di 7 kabupaten wilayah Sumsel serta penanganan pandemi Covid 19.

"Muda-mudahan dengan kegiatan Tausiyah ini menjadi motivasi anggota dan meningkatkan iman dan imun anggota," ucap Kapolda.

Sementara itu Ustad Das'ad Latief dalam tausyiah mengingatkan kepada para jamaah hendaklah selalu syukur kepada Allah atas peranan dukungan seorang Ibu /istri kepada sang suami selaku pimpinan dalam keluarga tapi pemimpin tidak akan sukses tanpa dukungan dari istri.

Dalam ceramahnya, ia menggambarkan kholifah umar bin khottob yang tidak pernah memarahi isterinya karena pengorbanan seorang istri/ibu tidak dapat dibandingkan dengan pengorbanan seorang suami.

"Seorang istri, ia mengalami kehamilan, melahirkan, menyusui, dan merawat dan membesarkan anak-anaknya," ucapnya.

"Oleh karenanya, peranan kita selaku seorang suami pemimpin dalam keluarga hendaknya mampu menahan diri, dalam mengayomi istrinya ,kemudian selalu mengingat kebaikannya , bukan mencari kesalahan masing-masing. Serta selalu sabar dalam menghadapi tantangan kehidupan dan berdoa yang tulus ikhlas, Insyallah tugas yang berat menjadi ringan," imbuhnya mengakhiri ceramahnya.

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved