Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Kisah Abi Honor Daerah 25 Tahun Jadi Pemandu Wisata di Palembang, Takut Tak Ada Penerusnya

Abi bercerita, awal mula dirinya terjun ke sebagai guide museum karena kecintaanya terhadap profesi yang mampu menambah wawasan bagi siapapun

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Rahmaliyah
Abi Sofyan, pria yang saat ini sudah berusia 60 tahun belum luntur semangatnya bekerja sebagai pemandu wisata bagi pengunjung Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Abi Sofyan, pria yang saat ini sudah berusia 60 tahun belum luntur semangatnya bekerja sebagai pemandu wisata bagi pengunjung Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang.

Ia tidak pernah lelah menyampaikan informasi seputar sejarah Kota Palembang.

Abi bercerita, awal mula dirinya terjun ke sebagai guide museum karena kecintaanya terhadap profesi yang mampu menambah wawasan bagi siapapun dan tak mengenal lapisan.

Hanya saja, ia sedikit merasa miris dengan generasi muda saat ini yang tak banyak tertarik untuk mengetahui seputar sejarah Kota Palembang.

Bahkan, pria yang masih berstatus Honorer Daerah (Honda) Kota Palembang sejak 1995 itu juga khawatir siapa yang kelak akan mau menggantikannya sebagai guide di Museum SMB II, Palembang.

Video : Melihat Isi Dari Monumen Perjuangan rakyat (Monpera) Di Palembang

"Ibaratnya kalau masakan tanpa garam hambar pasti. Padahal museum ini sebagai lembaga belajar non formal. Sayang rasanya bila tidak ada yang mau menyelaminya bagaimana nasibnya nanti," ujarnya.

Dibalik usianya yang tak lagi muda, namun Abi masih fasih berbicara dalam sejumlah bahasa, mulai dari Mandarin, Inggris, Padang dan bahasa-bahasa daerah lainnya.

Dirinya pun tak memiliki basic pendidikan khusus bahasa ataupun sebagai guide.

Hanya berbekal pendidikan lulusan SMA, Abi Melawati suka duka menjalankan profesi sebagai guide museum.

"Dulu honor/gaji yang saya terima tak tentu. Pernah satu bulan itu dibayar Rp 50 ribu. Saya pun tidak pernah meminta kepada pengunjung. Kecuali, ada pengunjung yang memberi TIPs, untuk meminta saya tidak pernah," jelasnya

Ditengah kondisi pandemi saat ini, kondisi museum seolah mati suri. Apalagi sempat tutup hampir 5 bulan dirinya hanya bisa bertugas menjaga agar koleksi museum tetap aman.

"Sebelum Covid-19 lumayan lah pengunjungnya tapi sekarang sepi sekali," jelasnya.

Disisa usianya, Abi hanya berharap agar kedepan masih ada generasi muda yang berminat untuk meneruskan profesinya sebagai seorang guide museum SMB II. "Harus benar-benar mereka yang menyelami dan memahami seputar sejarah bila ingin menjadi guide. Saya berharap itu ada di mereka yang masih muda-muda," katanya. (SP/ Rahmaliyah)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved