Breaking News:

Berita Palembang

Jalan Parameswara Palembang Dilebarkan Jadi 4 Lajur, Pembebasan Lahan Butuh Dana Rp43,7 Miliar

esakan untuk upaya pelebaran jalan ini dikarenakan kondisi lajur jalan negara tersebut tak lah lagi representatif dengan kondisi volume kendaraan

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Foto Ilustrasi: Lalu lintas di simpang Parameswara Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pelebaran Jalan Parameswara, penghubung Jalan Demang Lebar Daun dan Alamsyah Ratu Prawira masuk dalam 11 program prioritas Pemerintah Kota Palembang.

Walikota Palembang Harnojoyo menjelaskan, desakan untuk upaya pelebaran jalan ini dikarenakan kondisi lajur jalan negara tersebut tak lah lagi representatif dengan kondisi volume kendaraan yang banyak setiap harinya.

"Di sana itu Bottle Neck dan sangat sempit. Nantinya, yang selama ini hanya dua lajur akan kita perlebar menjadi empat lajur kendaraan," jelasnya, Minggu (27/9/2020)

Untuk memperlancar pelebaran jalan, maka Pemkot Palembang akan menganggarkan pembebasan lahan dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2021.

"Ini masuk prioritas pembahasan kita di DPRD. Hanya saja untuk besarannya tergantung dari hasil perhitungan KJPP dengan total luas yang mesti dibebaskan lebih dari 6.000 meter persegi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, rencana pembangunan prioritas Pemkot Palembang dipastikan tetap berjalan meski saat ini masih dalam kondisi pandemi dan keterbatasan anggaran karena refocusing dan relokasi anggaran serta tak memungkinkan bila seluruhnya menggunakan APBD.

Terlebih, terkait dengan persoalan pembangunan memerlukan perencanaan yang terstruktur dan anggaran besar.

"Khusus untuk 11 program prioritas insyaallah tetap jalan, karena kita upayakan sinergitas antara Pemprov dan Pemerintah Pusat melalui penggunaan APBN untuk pembangunan. Sedangkan Pemkot tahun depan seluruh anggaran untuk pembangunan difokuskan untuk pembebasan lahan," jelasnya.

Lajut Harrey, total luas pelebaran Jalan Parameswara 7.888 meter persegi dan panjang 716 meter. Dengan taksiran biaya pembebasan sebesar Rp 43,7 miliar.

"Jadi tak sampai satu kilo. Skema pembiayaan ganti rugi ini sharing dengan Provinsi dan Gubernur juga siap mendukung," tegasnya. (SP/ Rahmaliyah)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved