Breaking News:

Jokowi Minta Kasus Lama Penyerangan Ulama yang Diduga Dilakukan Orang Gangguan Jiwa Diselidiki Lagi

Jokowi Minta Kasus Lama Penyerangan Ulama yang Diduga Dilakukan Orang Gangguan Jiwa Diselidiki Lagi

Instagram @bebi.silvana/kolase
Kebohongan ayah pelaku penusukan Syekh Ali Jaber mulai terbongkar 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber menjadi trigger kasus-kasus lama terhadap penyerangan ulama lainnya

Pemerintah akan kembali mengusut kasus-kasus penganiayaan tokoh agama dengan tersangka yang diduga alami gangguan jiwa dalam kurun waktu sekira 2016 sampai 2018.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan ia telah mendapatkan pesan dari Presiden Joko Widodo untuk melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus tersebut.

Mahfud mengatakan hal itu di antaranya karena ada pola yang sama yakni tersangka pelakunya diduga mengalami gangguan jiwa dan kasusnya tidak diusut dengan tuntas.

Hal itu disampaikan Mahfud di bandara Internasional Minangkabau, Padang pada Rabu (16/9/2020).

"Bahkan saya mendapat pesan dari Pak Presiden untuk mengajak instansi terkait. BNPT, seperti Polri, BIN, untuk menjejak juga. Selama 2016, 2017, 2018 ada kasus seperti ini, selalu modusnya sama, yaitu katanya sakit jiwa lalu hilang kasusnya. Nah sekarang ini sudah diselidiki lagi," kata Mahfud.

Selain itu Mahfud menduga kasus penganiayaan terhadal tokoh agama baik kyai maupun ulama yang pernah terjadi dalam kurun waktu tersebut diorganisir oleh pihak yang sama.

Dugaan tersebut diperkuat di antaranya dengan temuan hasil investigasi jurnalistik yang menyebutkan penganiaayan terhadap tokoh agama tersebut memiliki pola yang sama.

Pola berdasarkan hasil investigasi jurnalistik tersebut, kata Mahfud, di antaranya pelaku diduga mengalami gangguan jiwa, selalu tinggal sekira 300 sampai 500 meter dari tempat kejadian, dan kemudian pernah ditemui oleh seseorang.

"Yang dulu itu jangan-jangan ini diorganisir oleh orang yang sama. Kita juga membaca ini diorganisir oleh orang yang sama," kata Mahfud.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved