Breaking News:

Empat Penyebab Pesepakbola Asal Sumsel Tak Banyak Tampil di Kompetisi Tertinggi Liga Indonesia

Empat Penyebab Pesepakbola Asal Sumsel Tak Banyak Tampil di Kompetisi Tertinggi Liga Indonesia

Instagram/Jecky Arisandi
Jecky Arisandi (tengah), foto bersama dengan dua pemain lokal Sriwijaya FC Hapit Ibrahim (kiri) dan Rizsky Dwi Ramadhana (kanan) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pembinaan pemain muda untuk menjadi pesepakbola profesional di kota Palembang saat ini sedang mengalami penurunan.

Hal itu terlihat dari jumlah pesepakbola asli Sumatera Selatan (Sumsel) yang bisa bermain secara reguler di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air yakni Liga 1.

Tidak banyak pesepakbola Sumsel yang dapat berkarir mulus di tingkat nasional maupun kompetisi teratas sepakbola Indonesia, sebut saja Amirul Mukminin, Supardi Natsir dan Jeki Arisandi yang berjaya di era tahun 2010.

Selain itu, juga terdapat nama-nama lain seperti, Ichsan Kurniawan, Rizsky Dwi Ramadhana dan Hapit Ibrahim yang sempat berkarir di Liga 1 bersama Sriwijaya FC.

Namun, hingga saat ini belum ditemui kembali pesepakbola profesional asal Sumsel yang bermain secara reguler di klub kontestan Liga 1.

Pengamat sepakbola Sumsel, dr H Syamsu Ramel menyebut, setidaknya terdapat 4 masalah yang membuat para pesepakbola Sumsel sulit berkiprah di level nasional.

Dikatakannya, pembinaan pesepakbola muda di Sumsel sangat lemah dari segi talent scouting atau pencarian bibit-bibit calon pemain profesional.

Dirinya menambahkan, untuk menjadi pesepakbola profesional, bibit-bibit muda tersebut harus memenuhi 4 indikator utama yakni speed, skill kecerdasan serta mental yang kuat.

"Problem pertama itu kita lemah dalam talent scouting, untuk indikator sepakbola jaman sekarang, dia harus memiliki empat indikator yang harus dipenuhi untuk menjadi pemain profesional maupun pemain nasional, yakni speed, skill, kecerdasan, dan mental yang kuat," kata Syamsu Ramel dalam acara Livetalk bersma Sripoku.com dan Tribunsumsel.com

Ia melanjutkan, empat indikator teraebut harus segera dirumuskan oleh pengurus sepakbola agar pelaksanaan talent scouting berjalan dengan baik.

"Indikator-indikator dari tersebut harus dirumuskan oleh para pengurus, bagaimana melaksanakan talent scouting dengan baik sehingga anak-anak yang kita bina itu tidak sia-sia," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Slamet Teguh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved