Breaking News:

Berita Palembang

Berlaku Besok ! Tak Hanya Orangnya, Kendaraan Pelanggar Protokol Kesehatan juga akan Diderek

Dalam melakukan tindakan penderekan, Dinas Perhubungan tidak bertanggung jawab atas kelengkapan dan keutuhan kendaraan beserta muatannya.

Berlaku Besok ! Tak Hanya Orangnya, Kendaraan Pelanggar Protokol Kesehatan juga akan Diderek
TRIBUNSUMSEL.COM/WAWAN PERDANA
ILUSTRASI - Mobil Derek Dinas Kominfo Sumsel

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pemberlakuan sanksi hingga denda Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan (PDPK) dipastikan akan diberlakukan mulai besok, Kamis (17/9/2020).

Tahapan sanksi yang diberikan akan melalui proses tahapan persidangan langsung tindak pidana ringan (Tipiring).

Bukan hanya masyarakat yang melanggar protokol kesehatan saja terancam sanksi, tetapi juga kendaraan pelanggar protokol kesehatan terancam diderek oleh Dinas Perhubungan Kota Palembang.

"Kalau sudah diingatkan melalui sanksi teguran lisan tak diindahkan atau bahkan melawan petugas, tentu kendaraan pelanggar protokol kesehatan akan kita amankan/diderek," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Rizal, Rabu (16/9/2020).

Kakek-kakek di Musi Rawas Perkosa Bocah Perempuan Selama 4 Tahun, Seminggu Sekali Lakukan Aksi Bejat

Dijelaskan Agus, dalam Peraturan Walikota Nomor 27 tahun 2020 penghentian sementara kegiatan operasional bagi penyelenggara usaha moda transportasi berlaku sampai dengan dipenuhinya ketentuan protokol kesehatan yang dilanggar.

Dalam melakukan tindakan penderekan, Dinas Perhubungan tidak bertanggung jawab atas kelengkapan  dan keutuhan kendaraan beserta muatannya.

Setelah dilakukan penderekan kendaraan, Dinas Perhubungan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis
kepada pemilik/pengemudi moda transportasi dalam waktu 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam untuk mengambil moda transportasinya.

Seorang Ayah di Palembang Menangis Kehilangan Anak Gadisnya, Terakhir Dijemput OTD Naik Mobil

Dalam hal setelah disampaikan pemberitahuan secara tertulis, pemilik/pengemudi moda transportasi dalam jangka waktu 3 (tiga) hari tidak menindaklanjuti pemberitahuan dimaksud, maka akan di proses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Di Perwali memang tidak diatur jumlah kapasitas penumpang minimal untuk kendaraan, tapi tetap harus jaga jarak, antar penumpang dan pakai masker. Bila terjaring bisa dikenakan sanksi dan penindakan akan dilakukan oleh Satpol PP," jelasnya.

Regulasi ini juga akan disosialisasikan pada driver online, sehingga diharapkan penegakkan disiplin protokol kesehatan diterapkan oleh semua lapisan masyarakat. (Cr26/sp)

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved