Breaking News:

Beraksi di Perbatasan Palembang, Komplotan Begal Sadis Rampas Motor, Uangnya Habis Untuk Judi Online

Tersangka Rizky mengaku, dirinya sudah beraksi sebanyak lima kali baik di Palembang maupun perbatasan Kota Palembang.

TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
BEGAL - Satu dari empat komplotan begal sekaligus jambret diamankan Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit II Kompol Bahtiar di kediaman masing-masing. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sadis saat beraksi, begal sekaligus jambret ini tak berkutik ketika ditangkap
Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit II Kompol Bahtiar di kediaman masing-masing.

Kedua tersangka yakni Rizky Saputra (19) warga Simpang Sungki Kertapati Palembang dan Apri (23) warga Karya Jaya Pemulutan Ogan Ilir, biasa beraksi di wilayah Palembang.

Tersangka Apri terpaksa diberikan tindakan tegas, karena berupaya kabur saat akan ditangkap.

Tersangka Rizky mengaku, dirinya sudah beraksi sebanyak lima kali baik di Palembang maupun perbatasan Kota Palembang.
Untuk jambret, biasa ia beraksi di Palembang.

Tetapi untuk begal, biasanya beraksi di perbatasan Indralaya, Kampung Rambutan dan Kebon Sayur Jalan Noerdin Pandji.

"Kami biasanya beraksi berempat, aku, Apri, Riski dan Yongki. Untuk begal kami dapat dua unit motor dan sejumlah barang berharga milik korban," katanya saat diamankan di Mapolda Sumsel, Rabu (16/9/2020).

Barang hasil begal dan jambret, biasanya mereka jual. Uang hasil menjual barang-barang korban digunakan untuk membeli narkoba, miras, dan bermain judi online.

"Jambret di kawasan Mataram yang korbannya perempuan, kami dapat ponsel dan uang. Uangnya habis buat beli narkoba dan main judi online," pungkasnya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi melalui Kanit II Kompol Bahtiar mengatakan, kedua tersangka ditangkap karena banyaknya laporan dari masyarakat mengenai tindak kejahatan jambret dan begal yang sudah meresahkan.

"Komplotan ini berjumlah empat orang, satu sudah ditangkap Polres OI. Satu lagi masih jadi DPO kami. Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal sembilan tahun," katanya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved