Pilkada Serentak 2020

Pertama Kali Ikut Tes Kesehatan Pilkada, Bacalon Wabup Muratara Ini Mengaku Deg-degan

Balon Wabup Muratara, Innayatullah yang mengaku sempat nervous dalam mengikuti tes kesehatan ini.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Petrus Marudut
Pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikis peserta Pilkada serentak tahun 2020 dilaksanakan selama 2 hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin Palembang, sejak 8- 9 September 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Bakal calon Bupati (Bacabup) dan Balonwabup Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni- Innayatullah optimis akan dapat melalui tahapan tes kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikis dilaksanakan selama 2 hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin Palembang, sejak 8- 9 September

"Alhamdulillah tadi seluruh tahapan tes telah kami lalui dengan baik dan sudah biasa kita menghadapinya. Besok akan bersiap mengikuti tes kesehatan lanjutannya," ungkap Devi Suhartoni, selepas menjalani pemeriksaan, Selasa (8/9/2020) sore.

Menurut politisi PDI-Perjuangan ini, Pilkada Serentak kali ini berbeda dibandingkan Pilkada sebelum-sebelumnya karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

"Barangkali nanti di masa kampanye lebih banyak dialogis terbatas yang tentunya mengacu pada protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19," ucapnya.

Gubernur Herman Deru Pastikan Pjs Bupati Bukan Putra Daerah Asal Wilayah yang Gelar Pilkada

Balonwabup Muratara, Innayatullah yang mengaku sempat nervous dalam mengikuti tes kesehatan ini.

"Awalnya memang sempat deg-degan karena ini kali pertama ikut tes kesehatan. Tapi lama kelamaan bisa menyesuaikan diri, insya allah malam ini diminta puasa untuk persiapan tes kesehatan besok," paparnya.

Ditempat yang sama Balonbup Mura, Hendra Gunawan yang mengaku dirinya telah siap lahir dan batin dalam mengikuti tahapan Pilkada Serentak kali ini, termasuk mengikuti tes kesehatan ini.

"Tidak ada kendala dan mudah-mudahan sampai tes besok juga tidak ada masalah. Terpenting jaga kesehatan diri dan tetap mengikuti protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19" sebut Hendra.

Hal senada diungkapkan Balon Bupati Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar MY dan Balon Wabup Ardani mengikuti rangkaian tes kesehatan sebagai prasyarat pencalonan kepala daerah yang ditetapkan oleh KPU OI.

Panca optimis, dalam pemeriksaan kesehatan nanti tidak ada masalah.

Pemeriksaan tersebut juga dilaksanakan bersamaan dengan beberapa calon peserta Pilkada Serentak 2020 di Sumsel.

13 Pasangan Resmi Mendaftar Ikut Pilkada Serentak di Sumsel Tahun 2020, Ini Nama-namanya

"Alhamdulillah tadi sudah tes psikologi, ada pilihan berganda dan menggambar, setelah sholat dan istirahat sebentar dilanjutkan tes psikologi kembali dan wawancara. Kalau tes kesehatan belum seperti pemeriksaan jantung ataupun yang lainnya, insya Allah besok. Ya insya Allah sehat," kata Panca.

Balon Wabup OI Ardani menambahkan hari pertama belum mengikuti rangkaian pemeriksaan organ tubuh.

"Tadikan baru tes awal psikologi, jadi belum ada pemeriksaan jantung dan sebagainya. Ini dilanjutkan dengan psikologi dan wawancara, kalau hasilnya belumlah. Tes dilaksanakan selama dua hari. Besok pemeriksaan organ tubuh. Insya Allah sehat semua," jelas Ardani.

Ketua Panitia Tim Pemeriksa Medical Cek Up Pilkada Serentak Dr Julius Anzar, mengatakan, pemeriksaan kesehatan berlangsung dua hari, 8-9 September 2020.

Agenda hari pertama, setelah seremonial pembukaan, dilanjutkan tes tertulis psikologi (psikotes) dari Himpunan Psikologi Indonesia Sumsel

“Tes psikologi sampai pukul 12 siang di aula atas. Peserta ada sepuluh pasang calon. Tiga pasang lagi menyusul,” katanya kepada media di sela pemeriksaan kesehatan paslon.

Dikatakan, dari tiga pasang yang tidak hadir, dua pasang di antaranya berasal dari kabupaten kota yang hanya satu kandidat peserta pilkada. Alias tidak punya lawan.

“Kata KPU tadi harus dibuka lagi pendaftarannya selama seminggu ke depan, untuk mencari pasangan calon baru. Itupun kalua ada. Salah satu paslon lagi sedang sakit Covid-19. Jadi kita tunda dulu (pemeriksaan kesehatan),” beber dr Julius.

Pasalnya berdasarkan persyaratan, hasil tes swab peserta haruslah negatif Covid-19. Kalau belum sembuh, harus beristirahat sampai benar-benar sembuh.

“Nanti dia menyusul untuk tes kesehatan. Jadi hari ini hanya sepuluh pasang atau 20 orang,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tes psikologis berlangsung hingga pukul 12.00. Setelah itu, pasangan calon pilkada istirahat satu jam di Graha Eksekutif.

“Kemudian dilanjutkan tes wawancara. Peserta 20 orang. Kamar wawancara ada enam. Jadi pelaksanaannya agak cepat. Satu orang bisa setengah jam ditanyai. Berarti satu kamar bisa tiga sampai empat orang. Sekitar satu sampai dua jam,” jelasnya.

Mereka yang selesai, berlanjut tes urin bebas narkoba dari Badan Narkotika Nasional selama sepuluh hingga 15 menit.

Usai menjalani proses tersebut, lanjut tes tertulis psikater selama satu jam. Barulah diperbolehkan pulang. Hal tersebut untuk rangkaian tes kesehatan hari pertama.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved