Pilkada Serentak 2020

Pertama Kali Ikut Tes Kesehatan Pilkada, Bacalon Wabup Muratara Ini Mengaku Deg-degan

Balon Wabup Muratara, Innayatullah yang mengaku sempat nervous dalam mengikuti tes kesehatan ini.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Petrus Marudut
Pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikis peserta Pilkada serentak tahun 2020 dilaksanakan selama 2 hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin Palembang, sejak 8- 9 September 

"Tadikan baru tes awal psikologi, jadi belum ada pemeriksaan jantung dan sebagainya. Ini dilanjutkan dengan psikologi dan wawancara, kalau hasilnya belumlah. Tes dilaksanakan selama dua hari. Besok pemeriksaan organ tubuh. Insya Allah sehat semua," jelas Ardani.

Ketua Panitia Tim Pemeriksa Medical Cek Up Pilkada Serentak Dr Julius Anzar, mengatakan, pemeriksaan kesehatan berlangsung dua hari, 8-9 September 2020.

Agenda hari pertama, setelah seremonial pembukaan, dilanjutkan tes tertulis psikologi (psikotes) dari Himpunan Psikologi Indonesia Sumsel

“Tes psikologi sampai pukul 12 siang di aula atas. Peserta ada sepuluh pasang calon. Tiga pasang lagi menyusul,” katanya kepada media di sela pemeriksaan kesehatan paslon.

Dikatakan, dari tiga pasang yang tidak hadir, dua pasang di antaranya berasal dari kabupaten kota yang hanya satu kandidat peserta pilkada. Alias tidak punya lawan.

“Kata KPU tadi harus dibuka lagi pendaftarannya selama seminggu ke depan, untuk mencari pasangan calon baru. Itupun kalua ada. Salah satu paslon lagi sedang sakit Covid-19. Jadi kita tunda dulu (pemeriksaan kesehatan),” beber dr Julius.

Pasalnya berdasarkan persyaratan, hasil tes swab peserta haruslah negatif Covid-19. Kalau belum sembuh, harus beristirahat sampai benar-benar sembuh.

“Nanti dia menyusul untuk tes kesehatan. Jadi hari ini hanya sepuluh pasang atau 20 orang,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tes psikologis berlangsung hingga pukul 12.00. Setelah itu, pasangan calon pilkada istirahat satu jam di Graha Eksekutif.

“Kemudian dilanjutkan tes wawancara. Peserta 20 orang. Kamar wawancara ada enam. Jadi pelaksanaannya agak cepat. Satu orang bisa setengah jam ditanyai. Berarti satu kamar bisa tiga sampai empat orang. Sekitar satu sampai dua jam,” jelasnya.

Mereka yang selesai, berlanjut tes urin bebas narkoba dari Badan Narkotika Nasional selama sepuluh hingga 15 menit.

Usai menjalani proses tersebut, lanjut tes tertulis psikater selama satu jam. Barulah diperbolehkan pulang. Hal tersebut untuk rangkaian tes kesehatan hari pertama.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved