Breaking News:

Golkar Gagal Usung Jagoan di Pilkada OKU Timur, Ini Tanggapan Pengamat Politik dari Unsri

Jadi pengaruh Sumsel di Pilkada OKUT sangat kencang, dimana politik kekerabatan akan mengalahkan politik lokal yang ada.

Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian menilai, gagalnya partai Golkar membangun koalisi untuk mengusung jagoannya (Feri Antoni- Melinda) di Pilkada OKU Timur dikarenakan politik kekerabatan di daerah itu sangat kental.

Adik kandung Gubernur Sumsel Herman Deru dan anak Bupati OKUT Khalid Mawardi yaitu Lanosin- Yudha maju sebagai kontestan peserta Pilkada.

"Dominasi menguasi partai sangat kencang disana, mengingat kedua sosok itu yang selama ini mendapat dukungan dari Herman Deru. Meski ada kelompok lain yang berbeda (Feri-Meilinda), tapi lebih banyak terhalang untuk mendapatkan dukungan parpol," kata Febrian.

Menurut Febrian, Enos alias Lanosin bisa dikatakan sebagai penerus klan dari keluarga Herman Deru di Sumsel kedepan, sehingga untuk mewujudkan hal itu, ada pengaruh yang kuat dari Herman Deru sendiri dalam upaya merealisasikannya dari awal.

"Jadi pengaruh Sumsel di Pilkada OKUT sangat kencang, dimana politik kekerabatan akan mengalahkan politik lokal yang ada," bebernya.

Ia pun tak menampik jika Pilkada di OKUT bukanlah suatu koalisi yang seluruh parpol merapat ke Anis- Yudha, tapi persepsi yang ada dilapangan, masyarakat maupun parpol untuk kepentingan kedepan.

"Parpol itu tujuannya memang kontestasi dengan balonkada yang diusung potensial untuk memenangi Pilkada, yang berdasarkan ukuran rasional objektif itu dari survei kepopuleran sehingga potensi menang, termasuk dilapangan. Namun, untuk mempermudah jalan muncul cara menguasai perahu dan menghilangkan kesempatan bagi kandidat lain, sehingga parpol yang ada akan berpikir ulang," ucapnya.

Hal ini juga menjadikan partai Golkar yang sebelumnya memiliki jagoan sendiri, harus mengikuti kondisi dilapangan, dari pada hanya jadi penonton.

"Golkar ikut atau tidak dikoalisi Enos- Yudha, saya rasa tidak akan mempengaruhi peningkatan elektabilitas balon itu. Namun yang jelas, ide dan pilihan relatif sama dan semua keputusan akhir ada di DPP (pusat)," tandasnya.

Dilanjutkan Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, kegagalan Wakil Bupati OKUT saat ini Feri maju Pilkada, bukan juga hal yang pertama kali terjadi, dan sering terjadi di Pilkada di Indonesia karena tidak mendapatkan perahu partai.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved