Breaking News:

Tergiur Upah Rp 200 Ribu, Dua Sahabat di Palembang Jadi Kurir Narkoba, Terancam 20 Tahun Penjara

Klien kami ini juga mengaku sudah dua kali jadi kurir sabu. Tapi dengan adanya pengakuan ini dan akan tetap berusaha untuk bersikap kooperatif.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
KASUS NARKOBA - Suasana sidang terdakwa Rano alias Reno (21) dan Okta Effendi (34) yang terjerat kasus pengedaran narkoba di gelar secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (3/9/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mengaku tergiur upah Rp 200 ribu, dua sahabat di Palembang nekat menjadi kurir narkotika.

Akibatnya, Rano alias Reno (21) warga Jalan Lubuk Kawah Kemuning dan Okta Effendi (34) warga Lorong Bambu Kuning Palembang terancam hukuman 20 tahun penjara.

Sidang kasus pengedaran narkotika kedua terdakwa ini digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Palembang dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Imam Murtadlo SH melalui JPU pengganti Neni Karmila SH.

"Saat ditangkap, kedua terdakwa disuruh oleh Jejep (DPO) mengambil 1 paket besar sabu seberat 49,85 gram kepada Federal (JPO) dengan upah sebesar Rp.200 ribu di sebuah minimarket di kawasan Plaju Palembang," ujar JPU, Kamis (3/9/2020).

Dalam dakwaannya, JPU menyebut bahwa kedua terdakwa langsung bergegas ke daerah Plaju guna menunggu telepon dari Federal untuk mengambil sabu tersebut.

Sesampainya di lokasi pertemuan, salah satu terdakwa yakni Rano menemui Federal di dalam minimarket u menerimanya sabu.

"Sedangkan satu terdakwa lainnya yakni Okta menunggu di parkiran minimarket" ucap Jaksa.

Selanjutnya, Jaksa mengungkapkan, saksi yang menangkap keduanya (polisi) juga melihat gerak gerik yang mencurigakan dari kedua terdakwa.

Lalu saat kedua terdakwa digeledah, salah seorang terdakwa membuang bungkusan yang sabu tersebut.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun.

Sementara itu, melalui penasihat hukumnya, kedua terdakwa tidak membantah dakwaan terhadapnya.

Penasihat hukum kedua terdakwa, Abdurrahman Ratibi SH mengatakan, kedua kliennya sudah mengaku bersalah dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Klien kami ini juga mengaku sudah dua kali jadi kurir sabu. Tapi dengan adanya pengakuan ini dan akan tetap berusaha untuk bersikap kooperatif dalam persidangan, diharapkan ini menjadi pertimbangan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan bagi kedua terdakwa ini," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved