Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Hasil Coklit Ada 484 Ribu Pemilih di Sumsel Tidak Penuhi Syarat, Terbanyak di OKU

Jumlah tersebut tersebar di 7 Kabupaten se Sumsel, yang akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Kantor KPU Sumsel di Jakabaring, Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumsel mengungkapkan, pasca proses pencocokan data pemilih (coklit) yang dilakukan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) pada 25 Juli hingga 13 Agustus, terdapat 484.136 pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat (TMS) lagi, untuk menggunakan hak pilihnya.

Jumlah tersebut tersebar di 7 Kabupaten se Sumsel, yang akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang

Menurut komisioner KPU Sumsel Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Hendri Alma Wijaya, pemilih TMS itu terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sebanyak 94.469 pemilih.

Kemudian OKU Timur sebanyak 87.396, lalu Musi Rawas (Mura) 83.682 pemilih, OKU Selatan 72.885, Musi Rawas Utara (Muratara) 69.603, Ogan Ilir (OI) sebanyak 47.392, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebanyak 28.709 pemilih.

"Pemilih TMS itu disebabkan beberapa hal, seperti perubahan status dari sipil jadi anggota TNI/ Polri, meninggal dunia, hingga pindah domisili," kata Hendri, Jumat (21/8/2020).

Diungkapkan Hendri, dengan faktor itu, maka masyarakat yang selama memenuhi syarat sebagai pemilih pada pemilu 2019 lalu, terpaksa hilang hak pilihnya pada Pilkada di 7 Kabupaten se Sumsel itu.

Selain itu dijelaskan Hendri, berdasarkan hasil coklit yang dilaporkan 7 KPU Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada ke Kabupaten Sumsel, terdapat juga pemilih yang belum melakukan perekaman eKTP sebanyak 31.777, kecuali di Kabupaten Mura.

"Yang tidak terekam itu rata- rata didominasi oleh pemilih pemula. Dimana pemilih pemula ini sesuai data DP4 dari Kemendagri itu, orang yang berusia 17 tahun pada saat 9 Desember nanti.
Tentu mereka ini belum punya KTP semua, dan kalau soal merekam datu itu harus usia 17 tahun dan sudah wilayah dukcapil setempat," ucapnya, seraya coklit yang dilakukan PPDP sudah 100 persen.

Ditambahkan Hendri, meski mereka belum memiliki KTP saat ini hal itu tidak menjadi masalah, asalkan mereka sudah dilakukan pendataan oleh petugas PPDP setempat.

"Mereka tentunya punya KK atau dokumen kependudukannya laij. Jika usia sudah 17 tahun dan telah dicoklit benar maka kita daftarkan sebagai pemilih. Nanti mekanisme ia memilih nanti, karena sudah terdaftar maka cukup undangan dari TPS atau KPPS, tidak perlu menunjukkan KTP," tandasnya.

Dari hasil coklit PPDP, jumlah pemilih DPTHP-3 di 7 Kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 sebanyak 1.927.396.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved