Corona di Prabumulih

Prabumulih Kembali Zona Merah Covid-19, Pemkot Akan Terapkan Denda Bagi Warga Tak Pakai Masker

Prabumulih Kembali Zona Merah Covid-19, Pemkot Akan Terapkan Denda Bagi Warga Tak Pakai Masker

Penulis: Edison | Editor: Siemen Martin
Tribun Sumsel/ Edison
Suasana Kota Prabumulih 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -Kota Prabumulih satu diantara kota yang kembali ke zona merah (resiko tinggi) virus corona menurut rilis Gugus Tugas pusat.

Prabumulih kembali menjadi zona merah dengan pasien positif sebanyak 105 orang, suspek sebanyak 386 prang dan OTG sebanyak 571 orang.

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya mengaku tak mengetahui persis penetapan zona merah itu.

Ridho mengatakan, jumlah data konfirmasi Covid-19 saat ini di Prabumulih hanya sebanyak 14 orang, dimana 11 orang diisolasi mandiri dan 3 orang lainnya dirawat di Rumah sakit Pertamina, Bunda dan Palembang.

"Sebanyak 14 orang terkonfirmasi saat ini, 11 isolasi mandiri di rumah masing-masing dan 3 dirawat. Silahkan tanyakan langsung ke Kadinkes jumlah penderita Covid-19 di kota Prabumulih," ujarnya.

Ridho mengaku penyebab terus bertambahnya Covid-19 di kota nanas dikarenakan masyarakat yang mulai mengabaikan protokol kesehatan.

"Masyarakat abai khususnya di pasar, kita mau keras takut ekonomi (lumpuh-red), kita tidak keras takut zona merah dan sekarang yang kita takutkan itu terjadi. Makanya kita terus berharap seluruh pedagang pindah ke pasar pagi terminal Jalan Lingkar," jelasnya.

Kedepan Ridho menegaskan akan menjalankan edaran Gubernur Sumsel dengan memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker.

"Mungkin kedepan akan menyebarkan edaran Gubernur. Kita akan rapat dengan kelurahan dan kecamatan dikenakan denda bagi yang tidak pakai masker," tegasnya.

Namun Walikota Prabumulih dua periode itu tetap mempersilahkan masyarakat untuk beraktifitas dan bekerja seperti biasanya tapi tetap wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Silahkan beraktivitas seperti biasa, yang mau ke kebun silahkan, yang mau beraktifitas silahkan tapi protokol kesehatan tetap jalan. Jangan sampai kita berhenti beraktifitas nanti ekonomi kita lumpuh lagi," tambahnya. (eds)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved