Breaking News:

Tujuh Gugatan Mahasiswa Unsri, Mahasiswa Hendak Boikot Pembayaran UKT

Tujuh Gugatan Mahasiswa Unsri ke Rektorat, Sejumlah Mahasiswa Boikot Pembayaran UKT

Editor: Siemen Martin
TribunSumsel.com/Agung Dwipayana
Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) terus berunjuk rasa di depan gedung rektorat Unsri Indralaya, Kamis (3/7/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Sejumlah mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan boikot pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Mereka melakukan boikot, karena merasa bantuan dari kampus tidak merata.

Presiden Mahasiswa Unsri, Muadz mengatakan pihaknya telah mengajukan tuntutan kepada Rektorat Unsri sebelumnya.

Dimana, tuntutan tersebut terakomodir dalam Tujuh Gugatan (Tugu) Unsri.

"Karena kita melihat, di SK Rektor yang dikeluarkan pada 16 Juli lalu belum mengakomodir semuanya," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020) malam.

Ia mengaku, pihaknya mengapresiasi atas adanya SK yang bertujuan meringankan beban mahasiswa di tengah Pandemi saat ini. Namun, bantuan itu dinilai tidak merata, dan belum mengakomodir mahasiswa seluruhnya.

"Karena yang terdampak Pandemi ini bukan sebagian saja, melainkan seluruhnya," tegasnya.

Maka dari itu, pihaknya mengajukan gugatan yang dituangkan dalam Tugu Unsri tadi. Tak hanya itu, mereka juga memboikot pembayaran UKT semester ini.

"Kita melakukan boikot UKT ini sebagai bentuk solidaritas. Memang ada yang beberapa bisa membayar, tapi kita harus memikirkan mahasiswa yang tidak sanggup pula," ucapnya.

Ketujuh gugatan tersebut ialah pertama, menuntut pihak Unsri untuk membuka informasi alokasi dana UKT Mahasiswa di tengah Pandemi secara transparan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved