Breaking News:

Tanjung Enim Kota Wisata

Replika Kereta Api Lengkapi Koleksi Museum Batu Bara Tanjung Enim, Akhir Bulan Ini Uji Coba

Bentuk dan cat keretanya sengaja kita buat semirip mungkin dengan kereta-kereta zaman dulu, sehingga saat digunakan seolah-olah pengunjung

Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Sarana replika kereta api yang nantinya bisa dipergunakan oleh pengunjung museum batubara untuk berkeliling, akhir bulan ini akan dilakukan uji coba. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM-Sarana replika kereta api yang nantinya bisa dipergunakan oleh pengunjung museum batubara untuk berkeliling, akhir bulan ini akan dilakukan uji coba.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Tanjung Enim Kota Wisata, Suhedi didampingi Ketua Tim Teknis, Budi Lesmono, Minggu (26/7/2020).

"Alhamdulilah progres pembangunan museum batubara ini terus berlanjut, dan bentar lagi rampung,"katanya.

Dikatakan Suhedi, progres pembangunannya sudah mencapai 90 persen.

"Semua manike tambang sudah sampai dan sudah kita letakan di tempatnya masing-masing, tinggal masih menunggu beberapa perlengkapan lainnya saja, mudah-mudahan tidak lama lagi bisa segera rampung," katanya.

Ia juga mengatakan untuk replika kereta api sudah dipasang di atas relnya.

Tinggal menyelesaikan proses pengecatan dan penyempurnaan keretanya.

"Bentuk dan cat keretanya sengaja kita buat semirip mungkin dengan kereta-kereta zaman dulu, sehingga saat digunakan seolah-olah pengunjung memang sedang berada di lokasi tambang bawah tanah,"

"Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa di ujicobakan untuk jalan, dan target kita Agustus sudah rampung, dan mudah-mudahan dengan adanya sarana ini akan semakin melengkapi objek wisata museum batubara tersebut," katanya.

Dikatakan Suhedi, jika sarana tersebut telah selesai, nantinya pengunjung museum dapat menikmati fasilitas tersebut untuk mengelilingi museum batubara yang berlokasi di kawasan eks BDN tersebut.

"Panjang tracknya sekitar 210 meter, untuk sekali naik, nantinya pengunjung bisa diajak berkeliling sekitar 20 menit dengan ada 5 titik pemberhentian,"

"Disetiap titik pemberhentian nanti ada penjelasan yang bisa didapat, dan itu bisa menjadi edukasi bagi pengunjung terkait proses penambangan batubara,"katanya.

Ditambahkan Suhedi, diharapkan ke depan, dengan adanyanya museum batubara tersebut akan melengkapi objek wisata yang ada di kabupaten Muaraenim dan Tanjung Enim.

"Sehingga Visi Misi untuk menjadikan Tanjung Enim sebagai Kota Tujuan Wisata benar-benar terwujud,"pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved