Hockey Sumsel Agendakan Even Internasional

Di Indonesia sudah ada beberapa provinsi yang memiliki venue hockey, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Papua dan insyaallah Sumsel juga.

Penulis: Eko Adia Saputra | Editor: Eko Adia Saputra
TRIBUN SUMSEL.COM/EKO AS
Suasana rapat koordinasi Pembahasan Tahapan Lingkup Pekerjaan Penyusunan DED Venue Hockey di kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel, Kamis (23/7/2020). 

Hockey Sumsel Agendakan Even Internasional

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengurus Provinsi Federasi Hockey Indonesia (FHI) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah berupaya mewujudkan keinginan memiliki stadion atau lapangan khusus di kawasan Jakabring Sport City (JSC), Palembang.

Sejumlah even pun diagendakan baik sekala nasional maupun internasional untuk menyambut selesainya pembangunan stadion yang kini dalam tahap Detail Engineering Design (DED) itu.

"Saat ini kita sedang berjuang mewujudkan keinginan para atlet hockey di Sumsel punya lapangan sendiri. Modal utama kita restu dari Pak gubernur (Sumsel), kemudian menyiapkan segala sesutu yang dibutuhkan termasuk tertib administrasinya," kata Sekretaris Pengurus Provinsi Federasi Hockey Indonesia (FHI) Sumsel, Mahendra Adisaputra usai mengikuti rapat koordinasi Pembahasan Tahapan Lingkup Pekerjaan Penyusunan DED Venue Hockey di kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel, Kamis (23/7/2020.

Mahendra menjelaskan, di Indonesia sudah ada beberapa provinsi yang memiliki venue hockey, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Papua dan dalam waktu dekat diharapkan Sumsel.

Menurut Mahendra, sejauh ini proses mewujudkan venue hockey sudah pada tahap DED. Dalam waktu dekat pihaknya akan melihat langsung venue hockey di Jakarta yang rencananya bakal dijadikan acuan pembangunan mengingat venue ini sudah digunakan pada Asian Games 2018 lalu.

"Ada beberapa pilihan stadion yang bisa kita jadikan benchmark, tapi kemungkinan kita lihat Jakarta. Tentu semuanya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan lahan juga, sebab sejauh ini kita baru dapat gambaran dari Direktur Marketing JSC (Bambang Supriyanto), kemudingkinan memanfaatkan lahan di belakang Venue Aquatic," katanya.

Suasana rapat koordinasi Pembahasan Tahapan Lingkup Pekerjaan Penyusunan DED Venue Hockey di kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel, Kamis (23/7/2020).
Suasana rapat koordinasi Pembahasan Tahapan Lingkup Pekerjaan Penyusunan DED Venue Hockey di kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel, Kamis (23/7/2020). (Istimewa)

Mengenai pemanfaatan venue, menurut Mahendra pihaknya sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak terutama internal FHI Sumsel. Pihaknya menargetkan kejuaraan hockey tingkat nasional dan ASEAN pada 2022 mendatang.

"Sebenarnya kita merencanakan 2021 ini. Tapi karena even di Sumsel cukup padat, kalau tidak salah ada lima even besar, kita putuskan 2022," katanya.

Mahendra mengatakan, FHI Sumsel mengusulkan pembangunan venue hockey dengan standar internasional. Seperti Jakarta, venue di JSC itu nantinya diharapkan memiliki fasilitas lengkap mulai dari lapangan, tribun, kantor, ruang konferensi pers, tempat ibadah, kafe, dan terintegarsi dengan venue di sekitarnya.

Sementara itu, H KM Aminuddin dari Dinas Perkim Sumsel mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim survei untuk memastikan kembali lahan yang tersedia dan bisa menjadi pilihan untuk mambangun venue hockey.

Ia berharap semua pihak yang terlibat dalam upaya pembangunan dapat berkoordinasi agar rencana pembangunan venue hockey bisa terlaksana dan berjalan sesuai harapan.

"Kami minta semuanya aktif berkoordinasi, mulai dari pengurus FHI (Sumsel), konsultan dan lainnya agar ini segera terlaksana," katanya.

Sementara itu, Direktur Marketing JSC, Bambang Supriyanto mengatakan, mendukung penuh rencana Pemprov Sumsel mewujudkan venue hockey di kawasan JSC. Namun sebagai pengelola JSC, ia berharap perencanaan pembangunan venue betul-betul dimatangkan sehingga tidak hanya sebatas untuk kebutuhan even saja.

"Kita perlu pikirkan apa yang akan terjadi pada venue itu setelah even berlangsung. Semua harus dipikirkan, mulai dari fasilitas, aspek pendukung, termasuk soal kelistrikan. Belajar dari pembangunan venue-venue yang sudah ada, jangan sampai venue hockey nantinya mendapat masalah lantaran tidak siap pengelolaan lanjutannya," kata Bambang.

Pada kesempatan itu, Bambang memastikan bahwa lahan yang ditawarkan untuk venue hockey sudah clear adn clean alias bebas sengketa. "Tinggal menyesuaikan bentuk dan ukurannya saja," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved