Timnas Indonesia

Tips Jadi Penyerang Hebat ala Pemain Naturalisasi Indonesia, Herman Dzumafo Epandi

Tips Jadi Penyerang Hebat ala Pemain Naturalisasi Indonesia, Herman Dzumafo Epandi

Editor: Slamet Teguh
MEDIA BHAYANGKARA
Selebrasi striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo Epandi seusai mencetak gol ke gawang PSBL Langsa pada laga 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, 1 Februari 2019. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Penyerang Bhayangkara FC, Herman Dzumafo Epandi, mengungkapkan trik khusus untuk menjadi striker produktif.

Herman Dzumafo termasuk salah satu striker yang hingga saat ini masih aktif bermain meski usianya hampir menginjak 40 tahun.

Herman Dzumafo pertama kali mencicipi Liga Indonesia saat bergabung dengan PSPS Pekanbaru pada tahun 2007.

Empat musim berseragam PSPS membuat Herman Dzumafo semakin nyaman bermain di Tanah Air.

Ia kemudian mencoba keberuntungan dengan menjajal klub lain, di antaranya Arema, Persib, Sriwijaya, Mitra Kukar, Gresik United, dan Persela.

Sempat kembali ke PSPS, ia kemudian dipinang oleh Bhayangkara FC pada musim 2018.

Tak sedikit yang menilai jika pemain natruliasasi itu sudah tak lagi tokcer karena usianya tak lagi muda.

Namun, berkat usaha dan kerja keras, Dzumafo mampu menjawab semua tudingan itu.

Dua musim berseragam The Guardian, ia sukses mencatatkan tampil dalam 72 laga di semua ajang.

Insting striker yang dimilikinya juga masih terasah dengan koleksi 23 gol dan 12 assist.

Di musim Liga 1 2020, Dzumafo masih mendapatkan kepercayaan pelatih untuk bermain dalam dua laga walau hanya sebagai pemain pengganti.

Menurut Dzumafo, untuk menjadi pemain penyerang yang paling dibutuhkan ialah konsistensi.

Baik soal penampilan maupun dalam menjaga kondisi tubuh.

“Seorang striker itu butuh ketajaman di depan gawang, harus konsisten," ujarnya dikutip BolaSport dari Warta Kota.

"Kalau striker tidak konsisten, hal itu susah untuk tim, susah sekali,” imbuhnya.

Bagi pemain kelahiran Kameron itu, menyebut peran striker tak melulu soal mencetak gol.

Yang terpenting adalah mampu membawa timnya meraih kemenangan seperti memberikan assist.

“Oke kalau tidak tajam, tetapi dalam permainan itu dia harus bisa membantu tim," ucapnya.

"Misalnya setiap tahun harus menargetkan 10 gol sudah cukup untuk satu musim. Kalau tidak bisa, harus bsa memberikan assist,” tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved