Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Gerakan Klik Serentak (GKS) di Kabupaten Muratara, Banyak Desa Terkendala Sinyal Internet

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Muratara agar mengecek data dalam kegiatan GKS tersebut.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Weni Wahyuny
KPU Muratara
Gerakan Klik Serentak (GKS) di hari pertama pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Musi Rawas Utara (Muratara) tahun 2020. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mulai melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2020.

Sama seperti Pemilu sebelumnya, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan coklit dengan menemui pemilih secara langsung satu per satu.

Proses coklit yang dimulai 15 Juli sampai 13 Agustus ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 sehingga harus menerapkan protokol kesehatan.

Komisioner KPU Muratara, Heriyanto mengatakan, di hari pertama coklit ini KPU melaksanakan Gerakan Klik Serentak (GKS).

Golkar Muratara Bakal Gelar Musda 25 Juli, Bukan Kader Bisa Calon Ketua DPD Golkar, Ini Syaratnya

"GKS ini untuk mengecek apakah warga terdaftar sebagai pemilih pada Pilkada serentak 9 Desember 2020," kata Heriyanto, Rabu (15/7/2020).

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Muratara agar mengecek data dalam kegiatan GKS tersebut.

Caranya cukup mengklik laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id, lalu memasukkan NIK, nama lengkap dan tanggal lahir.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Muratara, Munawir menilai GKS di Kabupaten Muratara pada hari ini tidak berjalan maksimal.

Pasalnya masih banyak wilayah di Kabupaten Muratara yang terkendala jaringan internet.

"Desa-desa yang terkendala sinyal internet pastinya tidak bisa ikut gerakan itu, dan di Muratara ini masih banyak desa yang terkendala itu," kata Munawir.

Kepala Dinas Kominfo Muratara, Alha Warizmi melalui Kasi Infrastruktur TIK, Yusnadi membenarkan masih banyak desa yang tidak tersentuh sinyal komunikasi (blankspot).

Dari 82 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Muratara, sebanyak 11 desa yang merupakan wilayah blankspot, baik sinyal telepon biasa maupun jaringan internet.

"11 desa itu benar-benar blankspot, kalau desa-desa lainnya sudah ada sinyal internet tapi tidak mencangkup seluruh wilayah desa, hanya di titik tertentu saja," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved