Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Pilkada Ogan Ilir 2020 Disebut Paling Panas, Golkar Siapkan Opsi Tinggalkan Petahana

Menurut Yudha, komunikasi antara Golkar dengan Ilyas saat ini belum final, karena dari Ilyas menginginkan nama Endang PU Ishak yang notabanenya ketua

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua Departemen pemenangan pemilu DPP Partai Golkar wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Yudha Nouvanza Utama alias Yudha Bule 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Meski akan berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Ogan Ilir (OI) Desember 2020, mengusung bakal calon (Balon) petahana Ilyas Panji Alam, partai Golkar memiliki opsi untuk meninggalkan petahana dan mengusung bakal pasangan calon sendiri.

Hal ini diungkapkan Ketua Departemen pemenangan pemilu DPP Partai Golkar wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Yudha Nouvanza Utama, terkait masih tarik- menariknya kader Golkar yang akan mendampingi Ilyas Panji.

"Memang untuk maju itu (pillada OI) sendiri ada, cuma sampai sekarang masalahnya ada di kandidat. Kalau selama ini mengerucut hanya dua kandidat yaitu Ovi (Ahmad Wazir Noviadi) dan Ilyas," kata Yudha.

Menurut Yudha, komunikasi antara Golkar dengan Ilyas saat ini belum final, karena dari Ilyas menginginkan nama Endang PU Ishak yang notabanenya ketua DPD Golkar OI, namun DPD Provinsi mengusulkan nama ketua DPRD OI dari Golkar Suharto, ataupun ada nama mantan penjabat OI Yulizar Dinoto.

Sengaja Datang Hendak Pesta Narkoba di Prabumulih, Kades Penandingan Muara Enim Diringkus Polisi

Sehingga partai Golkar masih mengkaji lagi dari hasil survei yang ada.

"Jadi, Pilkada OI paling panas, dan sangat mungkin Golkar maju sendiri, di mana ini sempat dibahas dalam Rakornis DPP. Golkar memang bisa menetapkan untuk mengeluarkan SK pada 6 September, karena Golkar tidak perlu koalisi di OI, tetapi kita akan lihat survei juga, menang tidak punya kita diusung nanti," tandasnya.

Selain itu, adanya nama Ovi menjadikan urusan sedikit menjelimet atau ruwet, mengingat Ovi adalah kader Golkar meski bukan pengurus dan ketua harian Kosgoro OI, yang notabanenya Ormas pendiri Golkar.

"Kalau ngomong Pilkada OI komplex, kita tidak tahu siapa nanti yang akan diusung, karena kajiannya panjang. Termasuk isu- isu masalah narkoba jadi perdebatan disitu. Kami dengan DPD selaku koordinasi, yang mana mencari jalan tengah yang terbaik dan yang diusung menang," tuturnya.

Ditambahkan pria yang biasa disapa Yudha Bule ini, DPP Golkar akan melakukan survei internal terhadap nama- nama balon yang ada, pada kisaran tanggal 14-21 Juli mendatang. Dimana hasil survei itu, akan dikaji tim Pilkada.

"Kalau selama ini, hasil survei mereka masing- masing dan saling klaim menang, sehingga Golkar memutuskan hasil survei sendiri. Survei menjadi tolak ukur Golkar menentukan paslon yang akan diusung, termasuk 3 Kabupaten lainnya (Mura, PALI dan OKU)," jelasnya.

Kecuali Gandus, Hampir Seluruh Kecamatan di Palembang Alami Penambahan Kasus Covid-19, Ini Datanya

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved