Breaking News:

Berita Palembang

Tidak Gelar PSBB, Pemkot Palembang Fokus Penerapan Protokol Kesehatan

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, hasil diskusi bersama dengan Walikota bahwa tidak kembali menerapkan kebijakan PSBB

istimewa
eski kasus Covid-19 di Kota Palembang masih terus bertambah namun Pemerintah Kota Palembang menyebutkan tidak akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Meski kasus Covid-19 di Kota Palembang masih terus bertambah namun Pemerintah Kota Palembang menyebutkan tidak akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, hasil diskusi bersama dengan Walikota bahwa tidak kembali menerapkan kebijakan PSBB untuk menekan angka kasus penyebaran.

Justru, fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Kita lebih fokus pada penerapan penegakan disiplin protokol kesehatan. Berdasarkan perhitungan tim kita pun, Palembang ada di zona oranye," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Meski diakuinya, pihaknya telah mendengar kabar bahwa Gugus Tugas Provinsi menyebutkan bila Palembang berada di Zona Merah.

Agar tidak terjadi kesimpang siuran berita, melalui Dinas Kesehatan Kota Pemkot Palembang mengirimkan surat, sehingga bisa dilakukan klarifikasi data.

"Belum ada surat resmi dari provinsi berupa hasil analisanya. Kita melalui Dinkes Kota Palembang sudah memberikan surat berupa data dan meminta klarifikasi data, tapi belum ada balasan," jelasnya.

Terpisah, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Fauziah mengatakan, pihaknya meminta klarifikasi ke Dinkes Provinsi Sumsel melalui tim ahli untuk melakukan sanding data.

"Kami sudah memberikan data kami, karena yang kita analisis berdasarkan indikator yang sudah ditetapkan dari BNPB pusat," katanya.

Kota Palembang melakukan perhitungan setiap dua pekan. Analisa selanjutnya jatuh pada 13 Juli mendatang.

Berdasarkan perhitungan sebelumnya 1,9 atau Palembang berada di zona oranye atau resiko sedang.

"Kami juga minta masukan dari provinsi sekarang sedang menunggu proses," katanya.

Menurutnya, penambahan kasus saat ini belum terbentuk klaster baru.

"Saat ini hasil dari tracing dan testing hasil yang positif itu dari keluarga mereka sendiri," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data sebaran per 7 Juli 2020, kasus terkonfirmasi positif ada 1.564 atau bertambah 25 orang, sembuh 671 atau bertambah 33 orang dan meninggal dunia 78 atau bertambah 5 orang. (SP/ Rahmaliyah)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved