Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Eks Wagub Sumsel Eddy Yusuf 'Tantang' Kuryana Aziz di Pilkada OKU 2020, Pengamat Sebut Bakal Sengit

Bagindo Togar mengungkapkan, pertarungan dua bakal paslon terbilang seksi karena masyarakat akan ditawarkan dua Paslon potensial untuk dipilih.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Pengamat politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar, 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Pengamat politik dan sosial Sumsel Bagindo Togar menilai, peta kekuatan politik di pilkada OKU, yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang, dipastikan berubah.

Pasalnya pasangan balon bupati dan balon wakil bupati petahana Kuryana Aziz-Johan Anuar secara mengejutkan bakal ditantang oleh mantan wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf yang menggandeng mantan Kadis PUPR OKU Helman, yang mengklaim sudah mendapatkan dukungan partai politik.

Bagindo Togar mengungkapkan, pertarungan dua bakal paslon terbilang seksi karena masyarakat akan ditawarkan dua Paslon potensial untuk dipilih.

"Eddy Yusuf sosok senior dan berpengalaman dibidang birokrasi pemerintahan, juga sebagai seorang politisi, akhirnya bersedia digadang menjadi balon Bupati untuk berkompetisi melawan Paslon Petahana," kata Bagindo, Rabu (8/7/2020)

Menurut Bagindo, dengan dua bakal paslon ini, masyarakat OKU diberi sajian calon-calon pemimpin terbaik bagi Pemerintahan Daerah seperti terurai diatas, maka beruntunglah masyarakat OKU saat ini.

"Pertarungan Kuryana dan Edy bakal menarik dan sengit," ujarnya.

Ditambahkan Bagindo, masyarakat OKU kedepan sangat menentukan perubahan tampilan, serta efektifitas ragam program pembangunan yang diimplementasikan bagi masyarakat daerah OKU 5 tahun kedepan, bukan bagi segelintir atau elite sosial disana.

Meskipun bakal Paslon Petahana, disupport oleh banyak parpol ketimbang dukungan parpol bagi penantang.

"Tetapi, kepiawaian mengelaborasi ketentuan one man one vote, menjadi jurus jitu pemenangan, soliditas-militansi tim kandidat , strategi kampanye dan program yang ditawarkan kepada masyarakat,juga netralitas maupun integritas penyelenggara," terang Bagindo.

Tentu dalam memilih paslon banyak pertimbangan oleh masyarakat bukan hanya janji politik namun bagaimana merealisasikan visi misi yang ditawarkan jika terpilih menjadi bupati-wakil bupati periode mendatang.

"Praktek politik uang maupun modus bagi bagi sembako agar dicegah bersama, dikarenakan masyarakat sudah kian cerdas dalam menentukan pilihan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved