Breaking News:

Berita Palembang

Warga 3 RT Demo dan Baca Yasin di Depan Pintu Masuk PT Pusri, Ini Tuntutannya

Diantaranya menuntut ganti rugi atas kerusakan seng rumah warga yang diklaim pendemo akibat terdampak polusi dari operasional PT Pusri

Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Puluhan orang yang mengatasnamakan perwakilan warga Kapling RT 13, RT 12 dan RT 35 RW 04, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang menggelar aksi demo di depan pintu masuk utama PT Pusri, Selasa (7/7/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Puluhan orang yang mengatasnamakan perwakilan warga Kapling RT 13, RT 12 dan RT 35 RW 04, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang menggelar aksi demo di depan pintu masuk utama PT Pusri, Selasa (7/7/2020).

Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan warga.

Diantaranya menuntut ganti rugi atas kerusakan seng rumah warga yang diklaim pendemo akibat terdampak polusi dari operasional PT Pusri.

"Kami menilai PT Pusri tidak memperhatikan warga yang tinggal di zona merah samping pabrik PT Pusri," ujar, salah seorang perwakilan pendemo, Pardan.

Tak hanya persoalan seng rumah warga yang rusak diduga akibat aktivitas PT Pusri, tuntutan lainnya yakni menuntut agar produsen pupuk berplat merah itu juga membongkar pondasi jembatan NPK1 dan pondasi jembatan PT Agrim karena dinilai menghambat aliran air warga.

Selanjutnya juga menuntut agar mendapat kejelasan mengenai pembangunan NPK2 yang dinilai pendemo tanpa adanya sosialisasi dengan warga di zona merah khususnya warga Kapling.

"Untuk persoalan seng warga yang rusak, ini sudah jadi tuntutan kami sejak bulan Februari lalu. Ada sekitar 178 rumah warga yang terdampak dan sampai sekarang belum ads penyelesaian."

"Sedangkan tuntutan yang lainnya sudah ada sejak tahun 2016 lalu. Tapi sejauh ini hanya. pertemuan-pertemuan saja yang dilakukan namun tidak ada titik temu," ujar Pardan.

Dapat Dukungan Suplai Gas Bumi dari Kementerian ESDM, Pusri Optimis Produksi Aman

Dalam menggelar aksinya, warga juga melakukan aksi demo dengan membaca Yasin sembari duduk tepat di depan pintu masuk PT Pusri.

Masa yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak juga membawa berbagai spanduk sebagai bentuk tuntutan yang mereka sampaikan.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved