Breaking News:

Berita Palembang

Seorang Ibu di Palembang Diduga jadi Korban Hipnotis, Tanpa Mikir Kirimkan Nomor ATM dan Kode OTP

Setelah korban mengirimkan kode OTP-nya kepada pelaku, saat itu juga korban mendapatkan SMS bahwa telah terjadi transaksi.

TRIBUNSUMSEL.COM/PAHMI RAMADAN
Dewi membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang karena menjadi korban penipuan. Laporan dibuat Selasa (7/7/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dewi Buana (45), warga Lr. Masjid II, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang diduga menjadi korban hipnotis melalui telepon.

Akibatnya, korban kehilangan uang sebesar Rp13 juta.

Kejadian tersebut terjadi saat korban tengah berada di rumahnya, Sabtu (4/7/2020) sekira pukul 18.28 WIB.

"Pada saat kejadian, saya tiba-tiba mendapatkan telpon dari nomor 0821-7651 9321, kemudian orang tersebut mengaku dari bank BRI dan mengatakan kalu saya mendapatkan hadiah, kemudian pelaku meminta saya mengirimkan nomor kartu ATM saya dan kode OTP (One-Time Password) saya," ujarnya Selasa (7/7/2020).

Viral Video Perempuan Korban Jambret di Makrayu, Terjatuh dari Motor dan Pingsan di Pinggir Jalan

Setelah korban mengirimkan kode OTP-nya kepada pelaku, saat itu juga korban mendapatkan SMS bahwa telah terjadi transaksi.

"Padahal saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut, dan setelah saya cek melalui M-banking saldo saya berkurang," katanya.

Korban heran kenapa mau saja menuruti perintah pelaku.

"Saya benar-benar seperti dihipnotis pelaku, pada saat pelaku menelpon dan meminta nomor rekening dan kode OTP pada saat itu saya langsung memberikan, dan setelah telepon dimatikan pelaku, saya langsung sadar karena menjadi korban hipnotis dan penipuan," bebernya.

Waspada Cas HP Meski di Rumah, Handphone Pria di Kertapati Ini Hilang, Kaca Rumah Pecah

Kecamatan IB I Urutan ke-2 Kasus Positif Terbanyak di Palembang, Update Corona 7 Juli Pagi

Kasus Positif Corona di Palembang Bertambah 37 yang Tersebar di 14 Kecamatan, IT III Terbanyak

Tidak hanya sekali, namun pelaku terus menelpon korban dan meminta korban mengirimkan sejumlah uang.

"Saya tidak berani lagi mengangkat telepon pelaku, saya takut kejadian tersebut terjadi lagi dan saya berharap pelaku tertangkap dan bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya," tutupnya.

Halaman
12
Penulis: Pahmi Ramadan
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved