Berita Pendidikan

Mekanisme UTBK-SBMPTN untuk Tunanetra, Ada 2 Peserta yang Ikut di Sesi Kedua UTBK-SBMPTN Unsri

Koordinator Humas SBMPTN Unsri 2020, Zulkifli Dahlan mengatakan model soal untuk peserta tunanetra adalah peserta mendengarkan soal lewat suara.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Weni Wahyuny
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Mahasiswa 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bagi peserta difabel Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK)- Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), seperti peserta tunanetra dijadwalkan serentak oleh  Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk melaksanakan tes pada hari ini, Selasa (7/7/2020).

Peserta tunanetra wajib mengikuti UTBK-SBMPTN di Pusat UTBK SBMPTN yang telah ditetapkan, bukan di lokasi ujian mitra PTN. Hal ini karena menyangkut copy right.

Koordinator Humas SBMPTN Unsri 2020, Zulkifli Dahlan mengatakan model soal untuk peserta tunanetra adalah peserta mendengarkan soal lewat suara.

Setelah mendengarkan peserta akan mengisi jawaban di selembar kertas.

Suhu Tubuh Tinggi, Peserta UTBK-SBMPTN Unsri akan Direlokasi ke Tes Tahap Kedua

"Peserta tunanetra hari ini ikut tes secara serentak di tempat berbeda di masing masing pusat UTBK. Di Pusat UTBK Unsri, ada dua peserta tunanetra yang ikut UTBK-SBMPTN Unsri di sesi kedua, hari ini. Mereka tes di sesi kedua, pukul 14.00 yang berlokasi di Fakultas Kedokteran (FK) Unsri Kampus Bukit Besar, Palembang," ujarnya.

Untuk memperlancar proses UTBK bagi peserta tunanetra, pihak Unsri telah menyiapkan komputer khusus untuk peserta tunanetra.

"Nanti dari pusat ada yang menterjemahkannya, dan peserta tuna netra akan menjawabnya menggunakan huruf Braille," jelasnya.

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN tahun ini agak berbeda bila dibandigkan dengan tahun lalu, karena ujian dilaksanakan di tengah pandemi Covid 19.

Ujian Setiap harinya dibagi menjadi 2 sesi.

Viral Seorang Guru Pingsan setelah Dipukul Jambret di Makrayu, Polisi Minta Penjambret Menyerah Saja

Awalnya setiap hari dijadwalkan ada 4 sesi namun karena pandemi Covid 19 ini dipangkas menjadi 2 sesi saja.

"Dengan detail, bagi peserta yang memilih tes di sesi 1 dan 3 mendapatkan kesempatan tes di tahap pertama dan untuk yang memilih sesi ke 2 dan 4 di relokasi pada tahap ke 2 pada 20-29 Juli, termasuklah peserta yang tidak bisa datang. Tapi harus melapor dengan alasan yang sangat jelas," katanya.

Untuk mata uji di UTBK-SBMPTN tahun ini hanya 1 mata uji saja yakni Tes Potensi Skolastik (TPS).

"Kalau UTBK-SBMPTN tahun lalu ada 2 jenis tes, Tes Potensi Akademik (TPA) Soshum/Saintek dan Tes Potensi Skolastik (TPS) tapi tahun ini hanya ada TPS saja. Untuk bentuk soalnya seperti apa yang tahu hanya yang ikut tes," jelasnya.

"Total yang mendaftar UTBK SBMPTN di Unsri ada sekitar 18.341 orang. Dari 18.341 orang ini dibagi di dalam beberapa tahap dan hari. Setiap hari dilaksanakan hanya 2 sesi pagi dan siang, setelah sesi 1 selesai ada jeda waktu 2.45 jam, jeda waktu inilah untuk membersihkan ruangan dengan desinfektan," ujarnya.

Sebelum memasuki ruangan tes, peserta juga wajib memakai masker, diperiksa suhu tubuhnya, cuci tangan dengan sabun memakai hand sanitizer. Boleh memakai face shield dan sarung tangan namun tidak wajibkan karena tergantung dari pesertanya. (Elm)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved