Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Masih Ada Ruko dan Restoran di Lubuklinggau Tak Punya Izin, Pemkot Ancam Tutup Usaha Itu

Berdasarkan hasil sidak di tiga lokasi terbaru yakni tempat makan, hotel dan pertokoan ternyata masih ada pelaku usaha tidak paham bahwa semua usaha

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP), Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) kota Lubuklinggau melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Toko Harapan Baru, Senin (6/7/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sejumlah tempat usaha meliputi rumah toko (Ruko), perhotelan dan restoran yang beroperasi di Kota Lubuklinggau ternyata masih ada yang belum mengantongi izin.

Hal itu terungkap setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP), Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lubuklinggau melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Senin (6/7/2020).

"Mengapa kita mengajak BPPRD dengan harapan pelaku usaha di Linggau ini clear. Mereka punya izin sehingga legalitasnya jelas dan mereka bayar pajak kepada pemerintah," ujar Kepala DPMPTSP Kota Lubuklinggau, Hendra Gunawan pada Tribunsumsel.com.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil sidak di tiga lokasi terbaru yakni tempat makan, hotel dan pertokoan ternyata masih ada pelaku usaha tidak paham bahwa semua usaha harus ada izin dan retribusi.

"Tujuannya tak lain karena membuat izin itu gratis. Sementara retribusi itu harus di bayar maka itulah pendapatan dari Kota Lubuklinggau," ungkapnya.

Sebab uang dari pajak dan retribusi yang selama ini dipungut tak lain untuk membangun Kota Lubuklinggau, karena kota ini tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) dan hanya mengandalkan sektor jasa.

"Selain kita sidak kita melakukan sosialisasi kepada mereka. Kita sampaikan silakan buat izin gratis jangan sampai tidak ada izin.
Dengan adanya izin bagus artinya taat patuh. Kalau tidak taat akan diberi peringatan sampai tiga kali terakhir kita cabut dan tutup," tegasnya.

Ia mencontohkan salah satunya ketika DPMPTSP sidak di Toko Harapan Baru, mereka menemukan gudang toko tersebut izinnya hanya untuk penyimpanan barang bukan untuk gudang namun ternyata digunakan untuk gudang semen.

"Tidak boleh hal semacam itu harusnya segera pindah ke kawasan industri, apa mereka beli tanah dulu, nanti apabila kawasan industri itu sudah kita buka maka semua gudang ditengah kota ini akan dialihkan," paparnya.

Selain itu, DPMTSP juga akan melakukan sidak ke galian C tambang liar.

Karena informasi dari Camat Lubuklinggau Utara ada tambang milik warga meresahkan masyarakat. Karena akibat galian C itu salah satu rumah warga terancam ambruk.

"Nanti kita lihat terkait dampaknya, jug apakah ada izinnya atau tidak. Karena dampaknya lingkungan bila sudah merugikan bisa masuk ranah pidana," paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved