Berita Prabumulih

Jelang Musda Golkar Prabumulih, Ridho Yahya Siap Maju Lagi Apabila Diperbolehkan

Semestinya musda Golkar khususnya di kota Prabumulih dilakukan pada Juni 2020 mendatang, namun akibat pandemi virus Covid 19 akhirnya mundur

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Edison
Ketua DPD Golkar Prabumulih, Ridho Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Setelah sempat tertunda akibat wabah virus corona, Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) akhirnya bakal digelar paling lambat akhir Agustus 2020.

Hal itu berdasarkan hasil video conference (Vidcon) DPD Partai Golkar Sumsel bersama seluruh ketua serta jajaran pengurus DPD partai Golkar 17 Kabupaten kota.

"Kita melakukan vidcon dan hasilnya Musda DPD Golkar itu paling lambat akhir Agustus mendatang," ungkap Sekretaris DPD Golkar Prabumulih, HM Daud Rotasi ketika diwawancarai kemarin.

Daud mengatakan, semestinya musda Golkar khususnya di kota Prabumulih dilakukan pada Juni 2020 mendatang, namun akibat pandemi virus Covid 19 yang melanda sehingga harus diundur.

"Makanya dalam vidcon dibahas terkait masalah itu dan kita akan melakukan persiapan agar bisa secepatnya dilaksanakan," bebernya.

Disinggung mengenai siapa saja bakal calon yang akan merebut kursi Golkar, Daud Rotasi enggan berkomentar banyak terkait hal itu.
"Untuk calon dan siapa saja akan maju sementara ini no coment dulu," katanya singkat.

Sementara Ketua DPD Golkar Prabumulih, Ridho Yahya ketika diwawancarai mengakui Musda tertunda akibat covid 19.

Ridho mengaku dirinya khawatir dengan bakal dilakukannya pemilihan ketua Golkar Prabumulih lantaran bakal terjadi pecah belah.

"Masalah musda Golkar sama tidak merubah pemikiran aku. Karena kemaren mereka mengerikan, menakutkan kalau diadakan takutnya mereka akan terpecah-belah. Apalagi Golkar sekarang sedang solid, bisa menjadi ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)," jelasnya.

Ridho mengaku dirinya tidak berkeinginan lagi untuk mencalonkan diri namun setelah adanya musyawarah antar seluruh anggota tetap menyepakati ia jadi ketua.

"Mereka sepakat supaya Golkar tetap utuh agar kiranya kami mencalonkan (ketua Golkar-red). Tapi ku tanyo dulu biso apo idak, itu jadi masalah," bebernya seraya mengatakan dirinya sudah dua periode menjadi ketua DPD Golkar Kota Prabumulih.

Lebih lanjut pria yang juga Walikota Prabumulih itu menjelaskan jika memang dengan dirinya maju akan membuat keutuhan partai maka dirinya tidak bisa membiarkan partai yang selama ini dibina menjadi pecah.

"Kalau memang badan kami biso agar jangan pecah, tapi biso apa idak masalahnyo karena harus ada rekomendasi pusat untuk tiga periode," tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved