Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Balon Perseorangan Bisa Terhenti Meski Sudah Serahkan Dukungan, Ini Penjelasan KPU Sumsel

Penegasan ini disampaikan Kelly menyikapi adanya klaim sepihak sejumlah bakal paslon perseorangan, yang menyebut mereka sudah memenuhi persyaratan unt

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--- Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumsel mengungkapkan, pencalonan bakal pasangan perseorangan di 3 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 di Sumsel, bisa terhenti atau gagal untuk mendaftar ke KPU Kabupaten sebagai balon peserta, jika tidak memenuhi syarat dukungan yang ditetapkan.

Mengingat pada 15 Juli 2020 mendatang, lanjutan tahapan Pilkada Serentak pasca keluarnya PKPU No.5 tahun 2020 bakal dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data hasil verifikasi faktual calon perseorangan di tiga daerah yang telah dimulai pada 24 Juni hingga 9 Juli 2020 mendatang.

AKP Budi Harto Resmi Menjabat sebagai Kasatlantas Polres Lubuklinggau, Gantikan AKP Imanuhadi

"Di tahapan coklit inilah yang nantinya akan menentukan apakah paslon perseorangan ini dinyatakan memenuhi syarat, atau tidak memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon bupati atau calon wakil bupati," kata Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana, Kamis (2/7/2020).

Penegasan ini disampaikan Kelly menyikapi adanya klaim sepihak sejumlah bakal paslon perseorangan, yang menyebut mereka sudah memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri ke KPU kabupaten, tempat mereka mencalonkan diri.

Pelanggan PDAM di Palembang Syok, Tagihan Air Naik Dua Kali Lipat

"Balon perseorangan yang sebelumnya telah lolos verifikasi administrasi syarat minimal dukungan, belum tentu lolos sebelum dilakukan verifikasi faktual. Karena saat verifikasi faktual inilah mereka dinyatakan memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Kalau memenuhi mereka bisa daftat bareng dengan calon yang diusung partai politik," sebutnya.

Nantinya, saat dilakukan verifikasi faktual, tiap dukungan yang sebelumnya telah diserahkan calon perseorangan ke KPU kabupaten dalam bentuk fotokopi KTP, akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Seorang ASN Pemkot Pagaralam Dinyatakan Positif Covid-19, Update Corona di Pagaralam 2 Juli

"Petugas inilah yang akan turun langsung ke bawah menanyai satu persatu warga yang fotokopi KTP elektroniknya telah diserahkan ke KPU. Apabila tidak merasa mendukung calon bersangkutan namun KTP nya ada nantinya akan diminta mengisi surat pernyataan. Karen tak jarang KTP yang dikumpulkan secara kolektif tanpa sepengetahuan pemiliknya," ucap Kelly.

Meski begitu, apabila dari hasil verfak calon perseorangan itu tidak bisa memenuhi syarat minimal dukungan masih diberikan kesempatan untuk dilakukan perbaikan.

12 Kecamatan di Palembang Alami Peningkatan Jumlah Positif Covid-19, Kecamatan Ini Paling Banyak

"Dalam perbaikan ini calon perseorangan harus memasukkan dua kali lipat dari selisih dukungan. Barulah setelahnya KPU kabupaten, akan mengelurkan pengumuman apakah calon perseorangan ini memenuhi syarat atau tidak," pungkasnya.

Sekedar informasi, dari tujuh daerah yang menggelar Pilkada Serentak di Sumsel, ada tiga daerah yang akan maju melalui jalur perseorangan. Meliputi Musi Rawas Utara (Muratara) yang diikuti pasangan H Akisropi Ayub-Baikuni Anwar. Lalu di OKU Timur ada paslon Kolonel Inf Ruslan Taimi-dr Herly Sunawan, serta di Mura ada paslon Akmaludin Mustofa-Triono dan Wazanazi-Hairul.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved