Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Rencana Pembangunan Wisata Terpadu Pantai dan Danau Buatan Lubuklinggau Ditunda

Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan, penundaan pembangunan pantai buatan dan danau buatan tersebut akibat Pandemi Covid -19.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Ilustrasi Pantai Buatan Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Rencana pembangunan kawasan wisata terpadu pantai dan danau buatan di wilayah Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumsel, ditunda.

Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan, penundaan pembangunan pantai buatan dan danau buatan tersebut akibat Pandemi Covid -19.

"Akibat pandemi Covid -19 kita ada penundaan pembangunan danau buatan. Saya inginya cepat, kalau bisa selagi masa jabatan saya selesai," kata Nanan pada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Namun, meskipun mengalami penundaan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau pun bersyukur karena sekarang Pemkot sudah punya lahan untuk membangun kawasan wisata terpadu tersebut.

"Kita juga sudah punya desain awalnya. Lalu pembukaan jalan utamanya sudah dimulai, tahun lalu kita buka dengan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) sepanjang 4 KM," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, setelah pandemi ini selesai pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut akan dilanjutkan karena tahun ini Pemkot sudah menganggarkan Rp 15 sampai Rp 30 miliar untuk pembangunan jalan utamanya.

Warga Sumsel Boleh ke Tempat Hiburan dan Wisata, Jumlah Positif Corona Terus Turun

"Sekarang kita tengah memikirkan investornya. Kita ingin kawasan itu tidak menghabiskan uang APBD, sekarang sedang dicarikan solusinya. Sebab kalau mau menghabiskan APBD untuk buat itu semua tidak bisa makan," ujarnya.

Untuk itu, ia pun meminta dukung masyarakat.

Saat ini pihaknya tengah berupaya mencari investor melalui PUPR bidang Sumber Daya Air.

Sebab disana nanti rencanamya akan dibuat danau buatan seperti embung.

"Baru nanti investasi dari investor pihak ketiga, kalau pakai APBD total besok bisa kita bangum tapi habis. Jadi kita harus mencari sumber dana," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved