Berita Lubuklinggau

SMKN 2 Lubuklinggau Patok Rp 1,2 Juta Syarat Masuk Sekolah, Kadisdik Sumsel : Itu Uang Untuk Apa

Dia mengatakan apabila hanya membayar uang administrasi tanpa ada penjelasan dari sekolah itu tidak benar sama sekali

Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Pahlevi mempertanyakan uang administrasi Rp 1,2 juta yang ditetapkan oleh SMKN 2 Lubuklinggau sebagai syarat awal masuk sekolah.

"Uang administrasi ini rinciannya seperti apa, harus jelas karena bisa jadi uang ini untuk pembelian baju seragam seperti olahraga, baju praktek saat calon siswa sekolah nanti," katanya, Selasa (30/6/2020).

"Menurut saya apabila uang tersebut dibayarkan untuk baju seragam seperti yang saya sebutkan sebelumnya ya wajar wajar saja karena itu kan untuk si anak itu sendiri. Tapi ya sekolah jangan memaksa, kalau misal orangtua ingin buat sendiri silahkan," jelasnya.

Dia mengatakan apabila hanya membayar uang administrasi tanpa ada penjelasan dari sekolah itu tidak benar sama sekali.

"Yang jelas saya belum terima laporan soal ini, tapi bisa saja uang administrasi tersebut ditawarkan untuk membayar pakaian anak sebelum masuk sekolah," katanya.

"Bagi yang gak mampu disilahkan buat sendiri, yang jelas perlu ada pendataan mana yang tidak mampu dan mampu.

Mengenai harganya kalau misal lebih murah di luar silahkan beli di luar, kalau koperasi menyediakan 1 set baju ya silahkan saja. Baju itu kan dipakai untuk anak itu sendiri," ujarnya.

Dan bagi orangtua yang tidak mampu juga bisa diskusi dengan pihak sekolah.

"Sekolah gratis kan bukan berarti gratis total, yang jelas kekurangan itu bisa dibicarakan tetapi jangan dibebankan dengan yang tidak mampu," katanya.

"Orangtua ini kan ada 2 klasifikasi, ada yang mampu dan tidak.

Halaman
12
Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved