Gara-gara Warisan Motor Jadi Duduk Perkara Seorang Anak Tega Laporkan Ibu Kandung Ke Polisi

Namun anaknya justru bersikeras ingin sang ibu mengembalikan motornya, bahkan ia menantang akan memenjarakan sang ibu ke polisi.

Youtube.com/LWS JOB
Video Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono SIK saat menolak laporan seorang anak yang ingin memenjarakan ibunya. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Menjadi ramai diperbincangkan seorang pria berinisial M (40), asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hanya karena permasalahan sepele, M melaporkan Ibu kandungnya sendiri yang berinisial K (60).

Lantaran sepeda motor milik ibunya, dipakai bersama-sama oleh saudaranya yang lain, M mengaku keberatan.

Video penolakan laporan sang anak itu beredar di jagat maya Facebook dan Youtube hingga menjadi viral.

Saat dikonfirmasi, Priyo membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 09.00 WITA.

Priyo pun membeberkan kronologi selisih paham yang dialami seorang anak kepada ibu kandungnya.

Awalnya, selisih paham tersebut bermula dari warisan ayah si anak yang meninggalkan sebilah tanah.

Warisan tanah tersebut lantas dijual oleh sang anak senilai Rp 200 juta.

"Hasil penjualan tanah kemudian dia membelikan ibunya motor, tetapi untuk BPKB dan surat-suratnya berada di anak ini," ujar Priyo kepada Tribunnews, Senin (29/6/2020).

Video Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono SIK
Video Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono SIK, turut menjadi sorotan lantaran menolak laporan seorang anak yang ingin memenjarakan ibunya.
Halaman
123
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved