Sekolah di Zona Hijau belum Boleh Tatap Muka

baru satu sekolah yang mengajukan untuk kembali buka, yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Empat Lawang.

Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi 

Sekolah di Zona Hijau belum Boleh Tatap Muka

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski lima daerah di Sumsel masuk zona hijau penyebaran Covid-19, namun Dinas Pendidikan Sumsel masih belum memperbolehkan membuka sekolah untuk belajar tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Riza Fahlevi mengatakan, lima daerah memang zona hijau yakni, Musi Rawas Utara, OKU Selatan, OKU, Lahat dan Pagaralam.

Namun belum mempersiapkan kemungkinan untuk mengaktifkan kembali sistem pendidikan di setiap wilayah.

Saat ini pihaknya masih menunggu aturan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud RI) untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar.

"Setelah aturan pusat baru turun draft dan akan diberikan ke gubernur untuk selanjutnya diedarkan sebagai acuan dibukanya sekolah," katanya, Rabu (24/6/2020).

Saat ini, kata dia, di luar wilayah zona hijau baru satu sekolah yang mengajukan untuk kembali buka, yakni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Empat Lawang.

Pengajuan itu pun dilakukan jauh sebelum status wilayah berubah dari zona hijau ke kuning. Sehingga pembukaan sekolah itu belum ada izin resmi yang bisa membuat sekolah itu dapat kembali beraktivitas.

Pihaknya masih melakukan rembuk terkait baiknya pendidikan di masa normal baru, dengan melibatkan berbagai pihak seperti, tenaga pendidik, peserta didik orang tua murid serta komite sekolah.

"Kemendikbud RI sudah meminta untuk membentuk gugus tugas pendidikan di setiap lini dari tingkat provinsi hingga internal sekolah. Di tingkat sekolah, gugus tugas diisi oleh orang tua, komite sekolah, dan pihak sekolah," ungkapnya.

Untuk membuka sekolah pihaknya masih menyusun panduan normal baru di sekolah sesuai protokol kesehatan COVID-19.

Tahapan tersebut dilakukan dari mulai menata ulang prosedur jaga jarak di dalam kelas, penggunaan masker dan penyediaan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dengan air mengalir, serta pembersihan kelas setelah aktivitas belajar mengajar.

"Siswa juga diharapkan membawa makanan dari rumah, karena kantin tidak akan dibuka sementara waktu," jelasnya.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sumsel, Yusri menambahkan aktivitas di sekolah tetap beresiko menularkan virus jika tidak memperhatikan standar Covid-19.

Apa lagi, penetapan zona bisa saja berubah tergantung kondisi sebaran virus. Pihaknya pun tak bisa menjamin zona hijau masuk kategori aman.

"Keamanan tak bisa dijamin, karena ada yang silih berganti keluar masuk. Zona hijau tetap beresiko. Tinggal bagaimana mengurangi resiko itu dengan menerapkan protokol kesehatan dalam beragam kegiatan," kata Yusri. (oca-sp)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved