Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, KPU Harus Kerja Keras Jika Tidak Ingin Partisipasi Rendah

Pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Andries Lionardo menjelaskan, masyarakat akan berpikir ulang untuk menggunakan pilihannya

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Andrias Lionardo 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada serentak tahun 2020 sebanyak 77,5 persen.

Target itu sepertinya akan sulit terwujud khususnya di 7 Kabupaten di Sumsel yang melaksanakan Pilkada.

Pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Andrias Lionardo menjelaskan, masyarakat akan berpikir ulang untuk menggunakan pilihannya jika masih dihantui penyebaran Covid-19.

Rencananya pemungutan suara akan dilakukan pada 9 Desember 2020.

"Kita prediksi nantinya pemilih akan rendah saat Pilkada di tengah pandemi Covid, dan ini harus ada solusi mengatasinya dari sekarang," kata Andries.

Selain pemilih rendah, diterangkan Andries kualitas demokrasi Pilkada nanti juga akan jadi pertaruhan, termasuk dalam hal pendidikan politik bagi masyarakat.

Pemkot Palembang 10 Kali Terima WTP Secara Berurutan, Harnojoyo : Ini Jadi Pemicu Lebih Baik Lagi

"Kalau ngomong kualitas pilkada di tengah pandemi ini sangat sulit dalam pelaksanaannya, termasuk pendidikan politik. Mereka (pemilih) belum tentu datang ke TPS dengan kondisi seperti masih memikirkan keselamatan jiwa dan ekonomi. Sebab, jika diadu maka pendidikan ekonomi berada diposisi terakhir," tuturnya.

Dengan kondisi seperti itu, ia berharap penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU harus bekerja keras untuk menyakinkan masyarakat yang mempunyai hak pilih, untuk menentukan masa depan pemimpin daerahnya ke depan.

"Jadi harus ada sosialisasi yang gencar, jika kesehatan itu penting, ekonomi penting dan pilkada juga penting. KPU harus menggaungkan itu, kalau tidak mereka (masyarakat) akan malas ke TPS, dan dalam hal ini KPU tidak sendirian, tapi pihak terkait lainnya harus ikut mensuport khususnya Pemda setempat," tandasnya.

Disinggung soal apakah nantinya money politik akan berpengaruh besar dalam menentukan pilihan masyarakat, Andries mengungkapkan hal itu belum tentu berpengaruh, meski faktor ekonomi masyarakat saat ini sangat membutuhkan untuk hal itu.

Jaga Stabilitas Jelang Pilkada Serentak, Kapolda Sumsel Berkoordinasi dengan Danpomdam II Sriwijaya

"Kalau money politik juga belum menjamin mereka datang ke TPS. Melainkan sosok figur yang benar- benar peduli kepada masyarakat akan jadi perhatian saat ini," tegasnya.

Sekedar informasi, KPU akan menggelar Pilkada 2020 pada Desember dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

KPU menargetkan jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 sebanyak 77,5 persen.

"Target yang ingin kami capai masih sama dengan sebelumnya 77,5 persen," tukas ketua KPU Arief Budiman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved