Breaking News:

Berita Palembang

Tegur Tetangga karena Sering Gedor-gedor Dinding, Warga Perintis Kemerdekaan Diancam dengan Samurai

Ade langsung mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam jenis pedang samurai, Selasa (9/6/2020) pukul 16.00 WIB.

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/PAHMI RAMADAN
Suhaimi korban pengancaman dengan sajam membuat laporan polisi di SPKT Polrestabes Palembang, (10/6/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Suhaimi (50), warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Lr. Manggar Kecamatan IT II, Palembang tak terima didatangi tetangga dengan bawa senjata tajam.

Kronologinya, saat itu Suhaimi sedang sakit dan merasa terganggu dengan adanya kebisingan di dinding rumahnya, diduga dipukul-pukul oleh tetangganya.

Suhaimi lalu menegur tetangganya tersebut.

HOAX Rekaman Suara Korban Mutilasi di 14 Ulu Palembang, Nyatanya Warga Meninggal karena Sakit

Tak disangka, tegurannya itu tak diterima oleh sang menantu, yakni Ade, yang juga merupakan warga Jalan Perintis Kemerdekaan Lr. Manggar Kecamatan IT II Palembang.

Ade langsung mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam jenis pedang samurai, Selasa (9/6/2020) pukul 16.00 WIB.

Diketahui korban dan pelaku merupakan tetangga satu kontrakan.

Heboh Rekaman Suara Korban Mutilasi di 14 Ulu Palembang, Polisi Sebut Hoax, Ini Fakta Sebenarnya

"Saya sering mendengar mertua pelaku (Ade) menggedor-gedor dinding kontrakan, bukan hanya itu, juga terdengar suara kaki mertua pelaku yang berjalan begitu berisik, saya juga tidak tahu apa alasannya. Kemudian setelah saya memberikan teguran, ketua RT setempat datang dan mendamaikan kami," ujarnya, Rabu (10/6/2020).

"Saya kaget saat pelaku Ade mendatangi rumah saya sambil membawa sajam dan menyuruh saya ke luar rumah, saat itu tidak saya hiraukan, kemudian pelaku langsung memecahkan dinding kaca kontrakan saya," katanya.

Kemudian pelaku langsung pergi.

Diketahui korban dan pelaku sebelumnya tidak mempunyai masalah.

5 Menit Ditinggal Ambil Kue, Motor Ani Hilang di Jakabaring Palembang, Takut Ngadu ke Ayah

"Saya takut kalau sewaktu-waktu pelaku kembali datang kerumah saya sambil membawa sajam, saya tau pada saat kejadian pelaku hanya sekedar mengancaman. Karena saya tidak mau kejadian tersebut terjadi lagi bahkan lebih parah," bebernya.

Tidak terima menjadi korban pengancaman dengan sajam lantas korban bersama dengan Istrinya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi dan melaporkan pelaku Ade.

"Saya berhadap pelaku dapat bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya," tutupnya.

Update Sebaran Corona di Sumsel Rabu 10 Juni Pagi, Kasus Kematian karena Covid-19 Bertambah Satu

Update Corona di Palembang Rabu 10 Juni Pagi, Kasus Positif Kecamatan Sukarami Tembus 81 Orang

Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri melalui Kepala SPKT Unit I, Ahmad Tamimi membenarkan adanya laporan pengancaman dengan sajam yang dialami korban.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved