Breaking News:

Berita Palembang

Heboh Rekaman Suara Korban Mutilasi di 14 Ulu Palembang, Polisi Sebut Hoax, Ini Fakta Sebenarnya

menurut keterangan warga sekitar TKP, awalnya warga mengetuk pintu rumah Surgarita pada Selasa (9/6/2020) malam pukul 19.00.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA
Rumah Surgarita, warga yang meninggal dunia karena penyakit komplikasi, dipasang garis polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebuah pesan suara beredar via WhatsApp, menyebutkan ada korban mutilasi di Lorong Kencong, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.

Kapolsek SU II, AKP Satria Dwi Dharma menegaskan, kabar mutilasi tersebut tidak benar alias hoax.

"Bukan (mutilasi). Itu (meninggal karena) sakit," kata Satria saat dihubungi TribunSumsel.com, Rabu (10/6/2020).

Menurut Satria, berdasarkan warga di tempat kejadian perkara (TKP), yang meninggal tersebut bernama Surgarita, usia 50 tahun yang menderita penyakit komplikasi sejak lama.

Update Corona di Palembang Rabu 10 Juni Pagi, Kasus Positif Kecamatan Sukarami Tembus 81 Orang

Polisi pun lalu melakukan identifikasi dan mengevakuasi jasad Surgarita ke Rumah Sakit Bhayangkara.

"Sudah dibawa ke Bhayangkara. Meninggal karena sakit," tegas Satria.

Sementara menurut keterangan warga sekitar TKP, awalnya warga mengetuk pintu rumah Surgarita pada Selasa (9/6/2020) malam pukul 19.00.

Warga curiga karena yang bersangkutan tak kunjung keluar rumah.

5 Menit Ditinggal Ambil Kue, Motor Ani Hilang di Jakabaring Palembang, Takut Ngadu ke Ayah

"Saya curiga kenapa tidak muncul. Kami gedor-gedor pintu rumahnya, tidak ada yang nyahut. Terus kami intip dari jendela kaca, kondisi korban sudah kaku di ruang tengah rumahnya dan sepertinya sudah meninggal karena d ada bau busuknya juga," terang Sinta, seorang saksi mata.

Ia pun lalu melapor ke RT setempat, lalu warga melapor ke polisi.

Update Sebaran Corona di Sumsel Rabu 10 Juni Pagi, Kasus Kematian karena Covid-19 Bertambah Satu

Berdasarkan keterangan warga lainnya, Surgarita sudah belasan tahun mengidap penyakit komplikasi.

"Almarhumah selama ini mengalami sakit komplikasi kronis dan lumpuh semenjak 15 tahun yg lalu. Almarhumah tidak bisa berjalan atau beraktivitas sehari-hari, hanya tidur-tiduran saja di kasur," terang Rohiman, seorang warga.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved