Berita Palembang

Pilu, Uang Berobat Anak Diambil Paksa Orang Tak Dikenal di Kawasan BKB Palembang: Saya Orang Kampung

tiba-tiba saat itu datang satu teman pelaku yang memaksa korban untuk memberikan uangnya terlebih dahulu kepada pelaku.

TRIBUNSUMSEL.COM/PAHMI RAMADAN
Nendi korban penipuan membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang, Sabtu (6/6/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Uang sebesar pemberian orangtua diambil paksa oleh orang tak dikenal di kawasan Benteng Kuto Besak Palembang.

Nendi Sahidi (48), warga Jalan Dusun I, Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mengatakan bahwa uang tersebut digunakan untuk berobat anaknya yang mengalami sakit jantung di salah satu rumah sakit Palembang.

Kejadian tersebut dialaminya pada Sabtu (6/6/2020) sekira pukul 08.00 WIB.

Kejadian bermula saat korban ingin mengambil uang pemberian orangtuanya di speed boat Benteng Kuto Besak (BKB).

Mayat yang Ditemukan di Bawah Jembatan Kurung Ogan Ilir Ternyata Sadewa, Warga Kalidoni yang Hilang

"Diperjalanan, saya bertemu dengan pelaku yang berpura-pura minta dijualkan kalung emas palsu tiga suku kepada saya," ujarnya, Sabtu (6/6/2020).

Lanjut korban mengatakan, tiba-tiba saat itu datang satu teman pelaku yang memaksa korban untuk memberikan uangnya terlebih dahulu kepada pelaku.

Susah Payah Kumpulkan Uang Selama 5 Bulan, Tukang Sol Sepatu Ditodong di Jembatan Ampera

"Tanpa basa-basi salah satu pelaku saat itu langsung mengambil uang di dalam tas saya sebesar Rp3,4 juta dan satu buah handphone anak saya. Saya juga bingung saya orang kampung dan tidak tahu apa-apa, pada saat itu saya hanya diam dan menuruti omongan kedua pelaku karena takut, lalu pelaku memberikan kalung emas tersebut kepada saya sambil mengajak saya ke Pasar 16 Ilir untuk menjual mas tersebut," katanya.

Kedua pelaku berjanji akan mengganti uang korban setelah emas tersebut laku terjual.

Pelaku Penodongan di Jembatan Ampera Ditangkap, Akui Sebelumnya jadi Tukang Jahit tapi Orderan Sepi

"Bukannya terjual namun saya diturunkan kedua pelaku di perjalanan saat kami menaiki angkutan umum," ungkapnya.

Korban sedih karena uang untuk berobat anaknya hilang.

"Anak saya yang sakit, dan masih bayi umurnya 8 bulan sekarang tengah mengidap sakit jantung di rumah sakit. Uang pemberian orangtua saya hilang diambil orang tidak dikenal, sekarang saya bingung bagaimana cara mencari biaya untuk berobat anak saya," bebernya.

Kemudian korban berharap pelaku tertangkap.

Epy Kusnandar Kang Mus Minta Maaf setelah Keluhkan RS Charitas Palembang: Ibu Saya Dilayani

"Saya berharap pelaku tertangkap dan bertanggungjawab atas perbuatannya," tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan laporan penipuan yang dialami korban.

Laporan sudah kita terima, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya

Penulis: Pahmi Ramadan
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved