Mulai Keluar Rumah Karena Ada Penerapan New Normal, WHO Yakinkan Virus Corona Tak Bermutasi

Beberapa waktu lalu, muncul dugaan dari para ahli bahwa virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 bermutasi.

FP/FABRICE COFFRINI
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, Rabu (11/3/2020), menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Beberapa waktu lalu, muncul dugaan dari para ahli bahwa virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 bermutasi.

Inilah yang menyebabkan virus ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membantahnya.

Dilansir dari kompas.com pada Kamis (4/6/2020), WHO menekankan bahwa virus corona tidak akan bermutasi menjadi lebih berbahaya seperti yang dikhawatirkan sejumlah kalangan.

Pakar epidemiologi penyakit menular, Dr Maria Van Kerkhove, dalam konferensi pers menerangkan bahwa ilmuwan seluruh dunia telah meneliti virus itu.

Van Kerkhove menjelaskan, diketahui virus corona tidak akan bermutasi menjadi sesuatu yang lebih berbahaya, seperti yang ditakutkan sejumlah pakar kesehatan.

"Ada perubahan normal pada virus ini yang bisa diprediksi dari waktu ke waktu," kata Van Kerkhove, seperti diberitakan New York Post pada Rabu (3/6/2020).

Pejabat WHO itu merujuk pada mutasi asam ribonukleat, atau RNA virus, yang bisa ditemui pada keluarga coronavirus lainnya, seperti flu.

"Sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa mutasi itu bisa memberikan dampak dalam hal kemampuannya untuk menularkan atau menyebabkan sakit yang lebih parah," jelasnya.

Penyakit dengan nama resmi Covid-19 itu kini sudah melumpuhkan dunia, dan bergerak ke negara miskin seperti Brasil dan Meksiko, setelah sebelumnya menghantam AS.

Halaman
12
Editor: Moch Krisna
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved