PSBB Palembang

Jika PSBB Palembang Diperpanjang 14 Hari, Siswa SD-SMP di Palembang Tak Jadi Masuk 15 Juni

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang kemungkinan bakal diperpanjang 14 hari.

Editor: Siemen Martin
ISTIMEWA
Harnojoyo pantau check point PSBB Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang kemungkinan bakal diperpanjang 14 hari.

PSBB tahap pertama berakhir pada 2 Juni besok 

Wali Kota Palembang, H Harnojoyo mengatakan bahwa Ikatan Dokter Indonesia Sumsel memberikan rekomendasi untuk PSBB Kota Palembang diperpanjang.

"Sedang dipersiapkan dan mendapatkan masukan, diantaranya dari IDI dan tokoh masyarakat.

Kami dihadiri oleh IDI Palembang dan Sumsel, menyarankan atas keprihatinan para dokter dan upaya kita terus menekan kasus Covid-19 dan PSBB di Palembang dilanjutkan.

Tapi kita lihat bagaimana upaya kita untuk betul-betul edukasi kita dipahami masyarkat secara cepat. Besok hari terakhir akan kita evaluasi lagi," jelasnya.

"Kajian terkait puncak tersebut dilakukan sejak awal April, sehingga kami memprediksi puncak penyebaran covid-19 ini akan terjadi di tanggal 8 Juni 2020," jelasnya, Senin (1/6/2020).

Lanjutnya Harno, berdasarkan pertimbangan dari hasil paparan perilaku masyarakat selama PSBB dinyatakan sebanyak 30 persen masyarakat berada di rumah, 16 persen ada kegiatan kantornya, 15 penduduk pelayanan kesehatan, dan 5 persen masyarakat yang berada di pasar.

"Pada 20 Mei angka reproduksi efektif (RT) 1,29 sementara di 31 Mei terjadi penurunan penyebaran 0,92. Untuk puncak kasus corona prediksi tanggal 8 Juni yang akan datang," jelasnya.

Sementara itu, Sekertaris Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, PSBB berakhir pada 2 Juni.

Sehingga Pemkot akan merevisi surat edaran Dinas Pendidikan terkait jadwal mulai kegiatan belajar mengajar.

"Itu akan direvisi. Anak-anak sekolah memang tertulis pada 15 Juni namun ada diktum (catatan) bisa ditinjau kembali sehingga kita pastikan belum masuk karena masih PSBB . Bisa diperpanjang hingga ke Juli atau 14 hari berikutnya," jelasnya.

Nantinya, Guru-guru yang notabennya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik lainnya akan tetap masuk pada 3 Juni. Karena, kata Dewa harus mempersiapkan berbagai hal seperti mengisi rapot dll.

"Selama ini tiga bulan mereka dari rumah jadi mulai 3 Juni harus masuk. Sedangkan anak-anak tetap belajar dari rumah," jelasnya. (Cr26)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved