Berita Sriwijaya FC

Masker Scuba Berlogo Sriwijaya FC Bakal Dijual Dengan Harga Rp 15 Ribu, Tambah Pemasukan Klub

Masker Scuba Berlogo Sriwijaya FC Bakal Dijual Dengan Harga Rp 15 Ribu, Tambah Pemasukan Klub

Tribunsumsel.com/ Novaldi Hibaturrahman
Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin saat ditemui diruangannya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Guna mengatasi kesulitan finansial yang melanda klub, manajemen Sriwijaya FC akan lebih memaksimalkan sektor penjualan merchandise, sebagai sumber pendapatan dan pemasukan bagi tim.

Rencananya, pengelola tim berjuluk Laskar Wong Kito ini akan mulai menjual masker, yang merupakan pelindung diri dan wajib dipakai saat beraktivitas sehari-hari.

Manager Tim Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mengungkapkan, ide mencari pemasukan klub dari berjualan masker, terinspirasi dari tim asal Spanyol, Barcelona yang telah lebih dulu melakukannya.

"Tim sekelas Barcelona saja yang terkenal kaya raya sudah melakukannya, kenapa kita tidak apalagi, masker masih menjadi barang yang banyak dicari, seiring tuntutan beradaptasi dengan situasi new normal," ungkapnya.

Hendri melanjutkan, rencananya penjualan masker berlogo Sriwijaya FC tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, saat ini pihaknya sedang melakukan produksi.

"Maskernya jenis scuba, yang tahan terhadap air, bisa dicuci dan dipakai berulang-ulang. Penjualan secara resminya akan dilakukan melalui media sosial klub, dengan harga Rp15 ribu," jelasnya.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah berdampak pada berbagai sektor, tidak terkecuali terhadap finansial klub sepakbola diseluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sejak kompetisi ditangguhkan, klub sepakbola tanah air tidak lagi mendapatkan pemasukan, baik itu dari pihak sponsor maupun penjualan tiket.

"Bahkan untuk Sriwijaya FC khususnya, kita sama sekali belum pernah mendapatkan kucuran dana dari sponsor, alias nol karena kompetisi Liga 2 baru 1 kali melakukan pertandingan sehingga belum dapat memenuhi klausul yang ada didalam kontrak," ujarnya.

Kondisi yang sama kemungkinan besar juga menimpa tim peserta kompetisi Liga 2 lainnya.

Situasi ini membuat pengelola klub harus memutar otak, untuk mengatasi pengeluaran tim, termasuk membayar gaji pelatih, pemain dan official tim sebesar 25%, sesuai arahan dan keputusan dari PSSI maupun gaji karyawan lainnya.

Menekan pengeluaran tim menjadi hal krusial yang harus dilakukan klub dengan kondis kompetisi yang hingga saat ini belum ada kepastian.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Slamet Teguh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved