PSBB Palembang

Cerita Ojol Palembang ditengah PSBB, Tiga Jam Keliling Tak Dapat Orderan

Sejak pagi hari telah melajukan motor yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah, Nasir mengaku belum menerima satupun orderan.

TRIBUNSUMSEL.COM/ Shinta Dwi Anggraini
Nasir (48) ojol di Palembang yang sedang beristirahat di depan masjid agung Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo Palembang sembari berharap mendapat orderan, Senin (25/5/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dihari kedua Idul Fitri 1441 H, Nasir yang sehari-harinya
bekerja sebagai ojek online (ojol) masih tampak bersemangat untuk kembali mencari nafkah bagi keluarganya.

Namun apa daya, upaya itu belum membuahkan hasil.

Sejak pagi hari telah melajukan motor yang biasa digunakannya untuk mencari nafkah, Nasir mengaku belum menerima satupun orderan.

"Saya sudah keluar rumah dari jam 07.00 pagi tadi. Tapi sampai sekarang jam 10.35 belum juga dapat satupun orderan," ujarnya, Senin (25/5/2020).

Dikatakan Nasir, lebaran tahun ini pendapatannya jauh berkurang drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut pria yang sudah empat tahun menekuni pekerjaan sebagai ojol tersebut, kondisi seperti ini telah terjadi semenjak wabah virus corona merebak di kota Palembang.

Apalagi Pemkot Palembang saat ini tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

Meski sangat mendukung dan siap mematuhi kebijakan tersebut, namun Nasir juga mengaku bingung bagaimana harus bersikap karena pendapatannya yang kini makin tak menentu.

"Apalagi sekarang kami tidak bisa bawa penumpang, cuma boleh antar barang atau makanan saja. Jelas itu sangat mempengaruhi pendapatan," ucapnya.

Saat ditemui Tribunsumsel.com, Nasir sedang duduk seorang diri di atas motornya yang ia parkirkan di pinggir jalan yang berseberangan dengan masjid Agung Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo Palembang.

Tangan ayah satu orang anak itu tampak sibuk memainkan aplikasi di Android miliknya.

Rupanya ia sedang beristirahat karena telah berkeliling hampir di beberapa sudut kota Palembang.

Sembari itu ia juga berharap bisa mendapat orderan agar bisa membawa uang bagi keluarganya.

"Tapi sepertinya belum ada orderan yang masuk ke saya," ujarnya seraya tersenyum tipis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved