Warga Kaget Banyak Makam Terangkat di TPU Kamboja, 5 Pohon Tumbang Akibat Hujan dan Angin Kencang

Pantauan di lapangan, makam-makam yang terkena dampak pohon tumbang masih banyak yang dibiarkan begitu saja.

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
sejumlah makam di TPU Kamboja mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kota Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Masyarakat di sekitar TPU Kamboja Palembang dikagetkan dengan terangkatnya sejumlah makam dari tempatnya akibat terbawa akar dari pohon besar yang tumbang.

Peristiwa itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda kota Palembang, Jumat (22/5/2020).

Salah seorang penggali kubur di TPU Kamboja, Sutoni mengatakan, setidaknya ada 5 pohon besar berusia sekitar puluhan hingga ratusan tahun di sana yang tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut.

BMKG : Sumatera Selatan (Sumsel) Waspada Cuaca Ekstrem saat Lebaran 24-25 Mei, Wilayah Lain ?

80 Jasad Ditemukan dari Puing-puing, Pesawat Pakistan Airlines Jatuh, Adakah Korban dari Indonesia ?

"Cukup banyak makam yang rusak karena angin kencang kemarin," ujarnya saat ditemui Sabtu (23/5/2020).

Pantauan di lapangan, makam-makam yang terkena dampak pohon tumbang masih banyak yang dibiarkan begitu saja.

Sejumlah makam juga ada yang tertindih patahan pohon tumbang.

sejumlah makam di TPU Kamboja mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kota Palembang
sejumlah makam di TPU Kamboja mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kota Palembang (TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI)

Dikatakan Sultoni, peristiwa seperti ini sudah 2 kali terjadi di kawasan TPU Kamboja.

Tuduh Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya Maling Dana Bansos, Akun Medsos Ini Dilaporkan ke Polisi

"Biasanya kalau patahan pohon mengganggu akses jalan, petugas dari dinas pemakaman akan turun tangan. Tapi kalau hanya mengenai makam, biasanya kerusakan akan diperbaiki oleh keluarga yang makamnya rusak," ujar dia.

Sementara itu, Kepala BMKG SMB II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan mengatakan cuaca ekstrim masih akan berpotensi selama 3 hari ke depan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini terjadi akibat pengaruh tidak langsung dari pusat tekanan rendah dari siklon tropis Mangga dan tumbuhnya Tekanan Udara Rendah (Low Pressure Area) di samudera Hindia selatan Pulau Jawa.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved