Dikritik FIFPro Usai ada Pemain Liga Indonesia yang Terima Gaji Rp 737 Ribu, Ketum PSSI Bereaksi

Dikritik FIFPro Usai ada Pemain Liga Indonesia yang Terima Gaji Rp 737 Ribu, Ketum PSSI Bereaksi

instagram @aremafcofficial
Kuhsedya Hari Yudo dan para pemain Arema FC berselebrasi usai mencetak gol di ajang Liga 1 Indonesia kala berhadapan dengan Tira Persikabo 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, merespons kritik Federasi Pesepak Bola Profesional Dunia ( FIFPro) soal pemotongan gaji pemain Liga 1 dan Liga 2 2020.

PSSI selaku induk sepak bola Indonesia menerapkan kebijakan pemotongan maksimal 75 persen gaji pemain selama pandemi Covid-19.

Dengan demikian, PSSI mempersilakan klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 untuk menggaji pemain maksimal 25 persen pada Maret hingga Juni 2020.

 
Poin itu tertera dalam Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2002 tanggal 27 Maret 2020.

Namun, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, PSSI dianggap tidak mengikutsertakan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dalam mengambil keputusan terkait pemotongan gaji pemain.

Situasi ini dinilai tidak sesuai dengan standar yang telah diberikan FIFA selaku induk sepak bola dunia.

Sebelumnya, FIFA dan AFC berpesan kepada semua federasi di bawah mereka, termasuk PSSI, untuk bekerja sama dengan klub dan pemain dalam urusan pemotongan gaji di tengah pandemi.

"PSSI mengintervensi hubungan kerja pemain tanpa keinginan untuk mengundang serikat pesepak bola ke meja perundingan," ucap Direktur Legal FIFPro, Roy Vermeer, dikutip dari Antara.

Situasi semakin diperkeruh setelah FIFPro menemukan fakta bahwa sejak April 2020, tak ada satupun klub Liga 1 yang membayar pemain lebih dari 25 persen.

Bahkan, ada dua tim yang hanya memberikan 10 persen dari gaji normal.

Halaman
12
Editor: Slamet Teguh
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved