Idul Fitri 1441 H

Silaturahmi Lebaran Tak harus Bertatap Muka, Bisa Dengan Cara Silaturahmi Digital

Silaturahmi Lebaran Tak harus Bertatap Muka, Bisa Dengan Cara Silaturahmi Digital

Grafis : Khiril/Tribunsumsel
Hari Raya Idul Fitri 2020 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kegembiraan hari raya Idul Fitri tahun ini akan terasa sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Lebaran tahun ini umat muslim harus merayakannya di tengah wabah Covid-19 dan harus menunda kegiatan silaturahmi ke rumah kerabat, saudara dan teman.

Ustaz Madi Apriadi mengatakan umat Muslim tak perlu khawatir kehilangan esensi silaturahmi di momen lebaran yang berbarengan dengan pandemi.

"Kita harus memilih mana yang lebih baik, mudarat atau manfaat jika memaksakan silaturahmi di tengah pandemi.Silaturahmi tak harus bertemu muka, bisa silaturahmi digital lewat video call atau aplikasi lainnya," katanya, Jumat (22/5/2020).

Untuk saling memaafkan di hari raya pun ustaz Madi menyarankan agar setiap muslim mengucapkan langsung dan bukan hanya menganggap telah memberikan maaf meski belum dimintai maaf.

"Kata maaf harus diucapkan. Kalau merasa berbuat salah dengan manusia harus minta maaf. Kalau berbuat dosa minta ampun dengan Allah," ujarnya.

Dia menjelaskan, seseorang yang menjadi pemenang di saat Idulfitri adalah seseorang bertakwa dan mampu menjaga konsistensi ibadah (istiqamah) meskipun ramadan telah berlalu.

Adapun ciri-ciri orang bertakwa yakni bersedekah di saat lapang dan sempit, bersabar, berbuat baik, memafkan dan selalu memohon ampun pada Allah.

" Orang yang menang adalah orang yang puasanya menjadi menjadikan dosanya terhapus. Yang berhak mendapatkan predikat orang yang bertakwa. Dia berhak mendapatkan kemenangan Idulfitri," jelas Madi.

Menurutnya, bila belum merasa di bulan Ramadan ibadah belum maksimal maka seroang muslim jangan pesimis dan beranggapan sebagi orang kalah.

Jika nantinya dipertemukan dengan Ramadan kembali setiap muslim harus mengoptimalkan ibadah dan bertekad mendapatkan kemenangan di hari yang fitri.

"Allah tidak membebankan hambanya. Seperti perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah. Setiap muslim harus berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat)." kata ustaz Madi.(mg3)

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved