Berita Sriwijaya FC

Meski Kompetisi Dihentikan, Pemain Sriwijaya FC, Erwin Gutawa Sedih 3 Tahun Tak Pulang Kampung

Meski Kompetisi Dihentikan, Pemain Sriwijaya FC, Erwin Gutawa Sedih 3 Tahun Tak Pulang Kampung

Dokumen Pribadi
Stopper Sriwijaya FC Erwin Gutawa saat berpose di atas sepedanya 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Pemain belakang Sriwijaya FC, Erwin Gutawa terpaksa harus merayakan idul fitri jauh dari orang tuanya tahun ini

Stopper Laskar Wong Kito itu kembali tidak dapat pulang ke kampung halamannya di Libureng Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Dikatakannya, jika dirinya sudah ada rencana ingin kembali ke tempat kelahirannya itu sejak ia pulang dari Kota Palembang pada bulan Maret lalu.

"Ya rencana memang sudah mau pulang saya sudah telpon keluarga disana (bone) tapi pemerintah sudah lockdown duluan sewaktu saya baru pulang dari palembang," ujar Erwin.

Pesepakbola yang memiliki rambut gondrong itu mengungkapkan kesedihannya karena tahun ini ia tidak bisa menjenguk kedua orang tuanya.

"Waduh sangat-sangat sedih aku padahal rencana sudah jauh-jauh hari kemarin saya sudah merencanakan mau pulang," ungkapnya.

Lebih lanjut pemain yang mendapat julukan traktor di Sriwijaya FC itu mengungkapkan dirinya sudah 3 tahun tidak bisa merayakan momen idul fitri bersama keluarga besarnya.

Erwin menambahkan jika dirinya selalu pulang ke tempat kelahirannya setelah selesai hari raya idul fitri.

"Karena mungkin saya tahun ini gak bisa pulang, sudah 3 tahun ini gak lebaran dikampung pulangnya itu selalu habis lebaran biasanya," tambahnya.

Stopper yang kokoh dalam menjaga lini pertahanan Laskar Wong Kito ini mengatakan kedua orang tuanya telah memanggil dirinya serta saudara-saudaranya untuk berkumpul merayakan idul fitri di Bone tahun ini.

"Jadi makanya rencananya tahun ini mau pulang kebetulan orang tua kan memanggil semua saudara-saudara yang merantau ini mau pulang semua tahun ini biar sekali kali ketemu," bebernya.

Namun, kondisi lockdown di daerahnya saat ini akibat pandemi covid-19 membuatnya harus menerima keadaan untuk kembali merayakan idul fitri di tempat masing-masing.

"Tapi kondisinya yang seperti ini jadi diundur dulu malahan orang tua saya bilang jangan dulu dari pada pulang bawa penyakit kan," kata pemain kelahiran Libureng 6 Juli 1992 itu.

LampiranScreenshot_20200514_193908.jpg · Cetak

Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Slamet Teguh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved